Buku Nudge karya Richard Thaler dan Cass Sunstein : 10 Cara Membuat Keputusan dengan Baik

PenulisKreatif.com – Buku Nudge karya Richard Thaler dan Cass Sunstein. Buku ini akan mengajak kita untuk belajar membuat keputusan dengan lebih baik, diantaranya yaitu dengan :

10 Cara Membuat Keputusan dengan Baik menurut Richard Thaler dan Cass Sunstein

  1. Tidak konsisten dalam keputusan jangka panjang

Setiap orang tentunya telah mengetahui mana yang baik dan tidak baik untuk diri mereka. Seperti misalnya, mereka memiliki keinginan untuk hidup lebih baik dengan mengonsumsi makan sehat, menabung untuk dana hari tua, dan menjaga kesehatan dengan tidak merokok.

Sayangnya, jika dilihat dari aktivitas yang dilakukan setiap harinya, kebanyakan dari mereka melakukan hal sebaliknya. Makan makanan tidak sehat, boros, dan merokok.

Perilaku tidak bijaksana muncul di setiap bagian kehidupan kita. Seperti contohnya tetap saja mengambil sebatang coklat, meskipun kita tahu bahwa apel jauh lebih baik dikonsumsi daripada coklat. Atau sesederhana mematikan alarm pagi hari dan kembali tidur, meskipun tahu bahwa itu hanya akan membuat kita terburu-buru nantinya.

Pola perilaku seperti itu dapat menimbulkan keburukan bagi masa depan kita. Dan jika hal tidak diinginkan terjadi di masa depan, yang kita lakukan hanyalah marah dan menyesali keputusan kita di masa sebelumnya. Ini adalah point penting pertama dalam Buku Nudge karya Richard Thaler dan Cass Sunstein.

  1. Keputusan buruk terjadi akibat informasi yang terlalu sedikit atau terlalu kompleks

Dalam beberapa kasus, orang membuat keputusan yang sebenarnya bukanlah pilihan mereka. Kebanyakan, mereka mengambil keputusan saat informasi yang didapatkan masih sangat sedikit, terlalu banyak, ataupun sebenarnya mereka belum bisa memperkirakan konsekuensi dari keputusannya.

Seharusnya, pembuatan keputusan dilakukan saat kita memiliki jumlah informasi yang tepat dan pas. Disitulah kita akan mampu membuat keputusan yang rasional.

Misalnya, saat sedang memilih rasa es krim. Biasanya kita telah memiliki banyak pengalaman tentang rasa es krim dan dengan cepat dapat menentukan rasa mana yang ingin dipilih.

Namun, tidak demikian dengan situasi yang lebih serius, misalkan pengambilan pinjaman. Ada berbagai macam pinjaman, biasanya kita tidak memahami keseluruhannya. Kita dalam kondisi yang butuh dan terdesak, biasanya tidak teliti dalam membaca informasi dan situasi. Jenis pinjaman tersebut dengan rate bunga beragam, biasanya disediakan dalam tulisan kecil dalam polis. Namun, seringkali kita tidak menyadarinya.

 

  1. Manusia bertindak berdasarkan firasat

Ketika kita melihat seorang bayi tertawa, secara otomatis kita akan langsung ikut tertawa. Respon tersebut muncul dengan spontan. Berbeda dengan ketika kita ingin menemukan jawaban dari 347 x 12, maka kita harus berpikir lebih dahulu karena membutuhkan usaha dan waktu untuk menjawabnya.

Contoh bayi tertawa merupakan sistem otomatis, bisa dikatakan sebagai insting. Sedangkan, contoh soal matematika merupakan sistem rasional.

Sistem otomatis bekerja untuk tindakan-tindakan kecil yang tidak membutuhkan banyak waktu untuk meresponnya. Sistem ini bekerja dengan baik di berbagai waktu, namun tidak setiap saat. Sistem otomatis sering didukung oleh emosi yang spontan dan pengalaman subjektif yang lemah.

Misalkan ketika kita memperkirakan kemungkinan kita akan terserang stroke. Tentu hal pertama yang terlintas adalah jumlah orang yang kita kenal yang pernah terkena stroke. Jika ternyata tidak banyak orang yang kita kenal terkena stroke, maka secara otomatis kita akan berpikir bahwa resiko tersebut rendah menyerang kita. Sehingga, kita tidak mengambil tindakan pencegahan apapun serta mengambil keputusan yang salah dan tidak bijaksana.

 

  1. Terkadang, keputusan salah kita karena tidak dapat menahan godaan maupun bertindak tanpa berpikir

Sebagai contoh, jika kita menawari sebatang rokok pada seseorang perokok aktif yang telah berhenti merokok, kemungkinan itu akan membuatnya tergoda. Meskipun dia ingin berhenti dan mengetahui bahwa itu tidak baik, dia mungkin akan tetap menerima sebatang rokok tersebut karena godaan yang dia terima cukup besar, mengingat dulunya dia sangat aktif merokok.

Contoh lain adalah tentang porsi makan. Porsi makanan di hadapan kita, akan menggiring kita untuk makan sebesar porsi tersebut. Jika di depan kita terdapat makanan dengan porsi besar, kita juga akan makan dengan porsi besar, meskipun makanan tersebut rasanya tidak enak. Begitupun jika porsi di depan kita adalah porsi kecil.

Sebuah penelitian dilakukan pada sebuah bioskop, dimana setiap pengunjung diberi sekantong popcorn basi dan setengah kantong popcorn basi, yang diberikan secara acak. Meskipun saat keluar mereka mengatakan popcorn itu tidak enak, namun mereka tetap makan banyak. Dan orang dengan kantong lebih besar, makan dengan porsi lebih banyak juga.   ‌

 

  1. Perusahaan menggunakan kecenderungan manusia saaat membuat keputusan yang salah untuk tujuan keuntungan

Suatu perusahaan yang ingin sukses harus menjual produk dan mendapatkan keuntungan dari pemenuhan kebutuhan pelanggan. Tapi saat ini, perusahaan tidak hanya memenuhi kebutuhan, namun juga menciptakan sebuah kebutuhan baru pada pelanggan.

Misalnya, memberikan sebuah penawaran porsi XXL pada sebuah restoran. Mereka menggunakan kecenderungan pelanggan yang tidak dapat menahan diri dari godaan dan tidak memikirkan konsekuensi saat membuat keputusan spontan. Ketersediaan porsi XXL ini akan membuat pelanggan merasa lebih untung membelinya dibanding membeli porsi normal. Padahal, mereka mengorbankan kesehatan mereka.

Contoh lain pada langganan gratis dari sebuah penerbit majalah online. Di awal kita mendaftar, kita bisa mendapatkan majalah online gratis setiap harinya. Namun, di suatu jangka waktu tertentu, apabila kita lupa tidak menghentikannya, mereka akan secara otomatis menarik biaya akibat perpanjangan.

Review Buku Nudge karya Richard Thaler dan Cass Sunstein

 

  1. Menggunakan dorongan untuk menghindari membuat keputusan yang salah

Dorongan yang dimaksud diartikan sebagai sebuah perubahan kecil yang mendorong kita melakukan hal yang lebih benar dibanding sebelumnya. Dorongan ini bukan berisikan hal-hal yang tidak boleh dilakukan, namun berisikan pengaturan tindakan yang secara tidak langsung akan memudahkan kita bertindak yang benar.

Misalkan, menampilkan buah di tempat yang mudah terlihat, dan menjauhkan junk food di tempat yang tidak terlalu mencolok. Pengaturan seperti ini akan membuat pilihan kita jatuh ke apel dibandingkan pizza.

Tentu saja, bentuk dorongan ini juga bisa disalahgunakan menjadi keputusan yang kurang tepat. Misalkan, suatu perusahaan yang ingin mengatur tingkah laku pembeli di supermarketnya, dengan menata barang dengan harga mahal di bagian rak yang terjangkau mata pembeli.

 

  1. Membuat sebuah aturan wajib / dorongan default merupakan cara efektif untuk melakukan yang terbaik

Dalam berbagai kondisi, seringkali kita mengambil keputusan tidak berdasarkan pemikiran yang matang. Maka dari itu, harus ada sebuah rancangan yang secara otomatis menghasilkan hasil yang positif.

Misalkan pada suatu perusahaan mewajibkan adanya skema tabungan pensiun untuk para karyawannya yang ditarik secara otomatis dari uang gaji mereka.

Kebanyakan orang secara alami cenderung malas dan tidak benar-benar ingin mengubah status quo mereka untuk menyadari bahwa mereka akan pensiun dan membutuhkan dana. Sehingga, adanya aturan wajib dari perusahaan tersebut tidak bersifat opsional dan membuat semua karyawannya otomatis terdaftar.

Hal itulah yang nantinya akan menjamin masa tua karyawan ketika para karyawan mereka tidak melakukan apa-apa secara langsung.

 

  1. Dorongan paling berguna adalah saat kita memiliki terlalu banyak pilihan dan masa depan dipertaruhkan

Mengambil sebuah keputusan yang salah sangatlah mudah apabila kita tidak merasakan dampak negatifnya secara langsung. Misalkan ketika kita memutuskan mengambil potongan kue kedua dan meminum segelas koktail. Kita merasa senang dan segar saat itu, terlebih saat menikmatinya selepas bekerja. Kekhawatiranpun tidak muncul karena efek negatif tidak terasa saat itu juga.

Penyebab lainnya adalah saat kita tidak memiliki pengalaman untuk diacu. Misalkan saat kita bingung memilih perusahaan asuransi mana untuk kita gunakan. Biasanya memilih perusahaan asuransi seperti ini terjadi hanya 1 hingga 2x seumur hidup, sehingga tidak adanya pengalaman yang bisa diacu membuat kita bingung saat pengambilan keputusan.

Bahkan setelah itu kita diharuskan memilih produk asuransi mana yang diinginkan. Biasanya banyak pelanggan kesulitan saat menentukan produk yang ingin digunakan. Sehingga, banyak perusahaan memberikan produk default untuk digunakan oleh pelanggan yang kurang memahami asuransi.

 

  1. Menggunakan dorongan untuk mewujudkan tujuan

Setiap tahun baru, hampir semua orang membuat resolusi. Sayangnya, banyak orang juga gagal dalam mewujudkan resolusinya di akhir tahun.

Namun tetap ada yang berhasil mewujudkannya. Dengan cara mereka mempertahankan resolusinya dan membuat keputusan yang benar dengan bantuan dorongan. Dorongan yang mereka gunakan dapat berupa memasang taruhan dengan teman, maupun menggunakan program internet khusus yang telah disesuaikan dengan kebutuhan. Ini membantu mereka memantau kemajuan dan tetap pada target.

Di situs web www.stickk.com, banyak orang menandatangani komitmen dengan diri mereka sendiri untuk mencapai tujuan mereka. Setelah mereka mendaftar di web ini, mereka menyatakan tujuan dan menentukan tenggat waktu pencapaian. Mereka pun memiliki opsi untuk mempertaruhkan sejumlah uang mereka di sana. Jika mereka berhasil mewujudkan tujuannya, uang tersebut dapat mereka tarik kembali. Namun, jika gagal, uang tersebut akan ditransfer ke penerima yang telah mereka pilih di awal.

Situs web ini adalah contoh bagaimana dorongan dapat dimanfaatkan untuk membantu mengubah perilaku dan mencapai tujuan kita.

 

  1. Negara dan lembaga harus menggunakan dorongan untuk membuat keputusan yang bijaksana

Dorongan pada individu untuk melakukan suatu hal yang lebih baik, seringkali memberikan manfaat yang lebih luas dari individu itu sendiri. Misalkan seluruh masyarakat bisa mendapatkan manfaat apabila mayoritas anggotanya membuat keputusan yang bijaksana.

Misalkan pada program satu dolar sehari. Ini dilakukan untuk mengurangi jumlah kehamilan remaja yang tidak diinginkan. Banyak ibu muda yang memiliki anak saat remaja dan hamil kembali dalam waktu dekat. Sehingga, beberaa kota di AS, membayar ibu-ibu sebanyak 1 dolar setiap harinya untuk mereka yang tidak hamil pada hari itu.

Contoh lain dari sebuah perusahaan mobil. Perusahaan memberikan dorongan untuk menjaga keselamatan para penggunanya.‌‌Mereka membuat sebuah sirine peringatan ketika sabuk pengaman tidak digunakan. Selain itu, memberikan tanda tangki berkedip saat tangki bensin kita hampir kosong. Ini tidak bermaksud memaksa kita untuk mengencangkan sabuk atau mengisi bensin segera, namun mengantisipasi kita dari lupa mengisi atau menggunakan sabuk.

Ingin memiliki bukunya ? Beli disini saja

Kesimpulan :

Orang memang sering membuat keputusan yang salah dan tidak matang, namun dengan adanya dorongan untuk melakukan sebuah perubahan kecil akan membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik.

Apa yang bisa dilakukan?

Mulailah mendaftar hal-hal apa saja yang ingin kamu capai dan tentukan kegiatan wajib atau dorongan default yang bisa dilakukan untuk mempermudah pencapaiannya. Sekian pembahasan kita kali ini tentang Buku Nudge karya Richard Thaler dan Cass Sunstein

Leave a Comment