Buku Smarter Faster Better karya Charles Duhigg : Cara Fokus Mengembangkan Produktivitas

PenulisKreatif.com – Buku Smarter Faster Better karya Charles Duhigg. Mungkin banyak dari kamu yang memiliki ide-ide cemerlang, namun tidak pernah menemukan waktu untuk mewujudkannya. Atau bisa jadi, kamu mudah sekali teralihkan dengan hal lain.

Tenang saja, kamu bisa belajar untuk tetap berpegang pada rencanamu, bahkan jika dunia terus saja mengganggumu.

Menjadi produktif tidak hanya tentang mengelola daftar tugasmu, namun juga membuat pilihan yang tepat dan mempertahankan pola pikir yang benar. Buku ini berisi saran untukmu agar tetap termotivasi, berada di jalurmu, bekerja secara efektif, serta bisa memaksimalkan kreativitas dan produktivitas. Disajikan juga metode untuk mewujudkan tujuanmu dengan lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih baik.

Cara Fokus Mengembangkan Produktivitas menurut Charles Duhigg

  1. Tetap termotivasi hingga tercapai tujuan akhir

Sebagian besar dari kita mungkin pernah merasakan semangat luar biasa saat memulai sebuah proyek baru. Namun, seringkali semangat tersebut luntur seiring berjalannya waktu.

Untuk tetap berada di jalurmu, pertahankan motivasimu. Hal itu bisa kamu dapatkan dengan membuat sebuah pilihan atau keputusan. Berdasarkan penelitian, orang akan merasa lebih termotivasi ketika mereka memiliki kendali yang besar terhadap suatu kondisi. Pada dasarnya, setiap orang bersemangat ketika mereka membuat suatu pilihan.

Faktanya, setiap kali seseorang berkesempatan untuk membuat pilihan, salah satu pusat motivasi di otak akan menyala. Meskipun itu sesederhana memilih warna pada video game.

Jadi, buatlah ini menjadi cara pertahanan motivasimu. Jangan hanya terjebak pada tugas-tugas, namun libatkan dirimu dalam pengambilan keputusan. Misalkan sesederhana memilih 4 email untuk dibaca dari 40 email yang masuk hari itu. Sisanya, dibaca di lain waktu.

Namun, membuat pilihan saja terkadang tidak cukup untuk membuatmu tetap termotivasi. Kamu perlu mengingatkan diri sendiri mengenai peran dan kontribusimu pada proyek atau tujuanmu. Kamu akan merasa senang ketika kembali mengetahui bahwa sedang berperan pada sesuatu yang penting.

Sebagai contoh, saat kamu terlibat dalam proyek pengembangan drone. Kamu harus mempelajari berbagai macam artikel. Namun, suatu saat kamu terjebak dalam kantuk dan ingin segera berhenti membaca. Kabar baiknya, kamu baru saja menempelkan sebuah tulisan di atas artikel tersebut berbunyi, “Dengan membaca ini, aku akan bisa membuat sebuah drone yang keren”. Dan tulisan itu berhasil membuatmu kembali fokus dan melanjutkan bacaan. Ini adalah point penting pertama dalam Buku Smarter Faster Better karya Charles Duhigg.

  1. Tetapkan tujuan dan pecah menjadi bagian kecil yang lebih mudah dicapai

Setelah melibatkan dirimu dalam sebuah pilihan, sekarang saatnya untuk jangan takut bermimpi! Regangkanlah tujuanmu agar menjadi sebuah tujuan yang besar dan tinggi. Berdasarkan penelitian, orang akan lebuh kreatif ketika mereka berusaha mencapai sebuah tujuan yang banyak dan besar.

Membidik tujuan dengan sangat tinggi, meskipun itu tidak terwujud, tetap akan mendorong seseorang untuk mencapai hasil yang mengesankan. Jika tujuanmu terlihat sangat banyak, saatnya kamu menggunakan teknik SMART.

SMART memecah sasaran tujuanmu menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dicapai. SMART terdiri atas : Spesific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time-Bound.

Anggap saja kamu memiliki tujuan untuk berlari marathon. Hal pertama yang dilakukan adalah memecah langkah menjadi lebih kecil dan spesifik, seperti harus bisa berlari sejauh 6 mil tanpa henti.

Kedua, cari tahu bagaimana kamu mengukur dirimu, seperti harus berlari 6 putaran di trek lokal tanpa henti.

Ketiga, memahami apakah tujuan tersebut bisa kamu capai atau tidak. Mungkin kamu bisa menambahkan aktivitas ke gym setiap 2 mingguan untuk membantu meningkatkan kinerjamu.

Keempat, bersikaplah realistis. Namun, untuk menyemangati diri sendiri, kamu bisa berkata “Ini mungkin akan memakan waktu, namun aku bisa melakukannya!”

Terakhir, cari tahu berapa lama waktu terbaik untukmu mencapai tujuanmu. Misalkan saja kamu dapat membaginya menjadi, “dapat berlari 2 mil di minggu pertama dan menambah 1 mil di setiap minggunya”.

Teknik SMART ini membuatmu mendapatkan motivasi jika berhasil melewati satu tahap. Semakin banyak kemajuan yang kamu buat, kamu akan semakin bersemangat untuk maju. Ini adalah point penting kedua dalam Buku Smarter Faster Better karya Charles Duhigg.

 

  1. Tetap fokus pada tujuan dengan mengantisipasi potensi gangguan

Meskipun kamu telah menggunakan teknik SMART, gangguan dari luar merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Yang bisa kamu lakukan adalah mempersiapkan mentalmu terhadap gangguan tersebut agar tidak berhenti di tengah jalan.

Mempersiapkan mental dapat kamu lakukan dengan mengandai-andaikan sebuah cerita kesuksesanmu ke depan dengan berbagai langkah-langkah untuk mewujudkan tujuan dan menghindari gangguan.

Misalkan, kamu adalah seorang jurnalis yang mendapatkan tugas membuat sebuah artikel untuk majalah wisata tentang 3 kamera SLR terbaik. Kamu bisa mulai berandai-andai ke depannya, kamu akan membuat 10 daftar kamera SLR lebih dulu. Kemudian berikutnya, kamu akan mempersempitnya menjadi 5 daftar, dan terakhir menjadi 3 daftar teratas.

Kamu akan membayangkan, kamu akan mengerjakan penulisan artikel setelah memperoleh 3 daftar teratas tersebut. Dalam proses pemilihan kamera hingga 3 teratas, kamu membayangkan akan ada banyak gangguan dari email yang masuk di kotak masuk. Sehingga, kamu akan dapat memperhitungkan dari sekarang bahwa kamu akan memblokir notifikasi email masuk sampai saatnya kamu selesai memilih 3 teratas.

Singkatnya, kamu memiliki gambaran tentang apa yang akan kamu lakukan minggu ke depan,  dan kamu akan siap untuk pengambilan data yang sebenarnya.

Perhatikan juga distraksi lain yang mungkin muncul selain dari lingkup pekerjaanmu. Misalkan saja seperti pasanganmu yang mengajak makan siang. Kamu bisa mulai memperhitungkan dari sekarang, waktu makan siang dan agenda terbaik agar tidak memakan banyak waktu saat berdua.

Mungkin kamu bisa membayangkan untuk mengajaknya makan di restoran cepat saji di dekat kantor. Alternatif lain, kamu bisa mempersiakan bekal makan siang untukmu dan pasangan agar bisa dimakan berdua saat jam makan siang tiba. Dengan ini, kamu hanya akan menghabiskan waktu 45 menit, bukan 2 jam.

Review Buku Smarter Faster Better karya Charles Duhigg

  1. Kunci untuk membuat sebuah tim yang hebat

Proyek Google Aristoles melakukan sebuah penelitian selama 2 tahun untuk meneliti mengenai faktor-faktor yang membuat sebuah tim dikatakan hebat. Proyek ini menemukan bahwa, sebuah tim hebat tidak dibentuk oleh superstar, melainkan tim dengan kinerja rata-rata yang memiliki dinamika tepat.

Faktor terpentingnya adalah perasaan aman secara psikologis bagi setiap anggota tim. Anggota merasa aman ketika mereka tahu bahwa mereka tidak akan dihina ketika mereka salah atau menyarankan suatu ide yang mungkin ditolak. Proyek ini menemukan bahwa tim yang aman akan berkinerja lebih baik, menghasilkan produk yang lebih inovatif, dan memenuhi target penjualan.

Keamanan psikologis ini memungkinkan setiap orang mengakui kesalahan. Anggota tim nyaman berbagi ide. Mereka saling menghargai dan menghormati. Tentunya, orang-orang di dalam tim tersebut memiliko empati yang tinggi.

Keamanan juga datang ketika mereka dipercaya untuk berkontribusi pada keberhasilan proyek. Dorongan semacam itu akan membuat masing-masing anggota tim merasa mereka penting.

Ini adalah tugas setiap pemimpin untuk memperhatikan keamanan psikologis setiap anggota. Pastikan suara mereka didengar setiap kali pengambilan keputusan. Jika ada anggota tim yang sedang kesal, dorong anggota tersebut untuk bercerita dan anggota lain untuk menanggapi secara penuh perhatian. Jangan menyela saat anggota bicara. Dan kamu aman membuat semua orang merasa penting dan dihargai.

 

  1. Membina budaya komitmen di perusahaan

Pada tahun 1994, Profesor Stanford Business School, James Baron dan Michael Hanan, melakukan penelitian di hampir 200 perusahaan rintisan di Sillicon Valley. Mereka meniti tentang hubungan antara budaya perusahaan dengan laba yang diperoleh perusahaan.

Mereka menemukan bahwa terdapat 5 jenis budaya berbeda di seluruh perusahaan rintisan tersebut, namun perusahaan dengan budaya komitmenlah yang konsisten terbukti paling berhasil. Perusahaan dengan budaya komitmen tidak ada yang bangkrut, mereka tumbuh paling cepat, dan rasio profitabilitas tinggi.

Dalam budaya komitmen, manajemen berfokus membangun kepercayaan dan keterikatan pada perusahaan. Budaya ini mengandalkan kepercayaan, kepedulian, dan hubungan emosional antara perusahaan dan karyawan.

Perusahaan yang menggunakan budaya komitmen tidak selalu bertujuan untuk mempekerjakan karyawan dengan prestasi paling tinggi, namun menitikberatkan pada orang yang sesuai dengan visi perusahaan.

Manfaat lain budaya komitmen untuk perusahaan adalah memungkinkan perusahaan memiliki manajer menengah lebih sedikit. Perusahaan akan lebih membutuhkan orang spesialis yang berkualitas dan pandai mengelola diri mereka sendiri, dibanding memiliki banyak manajer menengah. Ini akan lebih efisien bagi perusahaan.

 

  1. Berinovasi dari ide lama dan melibatkan emosi untuk berkarya dengan kreatif

Inovasi tidak selalu berasal dari sesuatu yang baru. Kamu bisa menggunakan ide lama dengan sudut pandang baru untuk memperoleh sebuah inovasi. Bahkan, berbagai makalah inovatif kebanyakan juga berasal dari konsep lama yang dilihat dari sudut pandang baru. Ini telah diteliti oleh Profesor Bisnis di Northwestern University tahun 2011.

Seorang ekonom perilaku berhasil mendapatkan wawasan baru yang inovatif dari hasilnya menggunakan konsep lama dengan aplikasi baru. Ekonom perilaku ini menggabungkan model psikologis dengan ekonomi untuk memahami mengapa orang sering membuat keputusan yang bertentangan dengan kepentingan mereka.

Untuk menambahkan kreativitas di dalamnya, kamu bisa menggunakan emosi dalam prosesnya. Biarkan intuisi dan emosi memandumu. Bagaimana perasaanmu tentang suatu ide atau situasi, akan memberitahumu bahwa kamu sedang menghadapi suatu yang hebat atau biasa saja.

Presiden Animasi Disney, Edwin Catmull, menggunakan strategi ini untuk para penulisnya. Dia meminta penulisnya untuk mengeksplorasi hubungan emosional antara saudara kandung, saat menggambarkan karakter Elsa dan Anna di film Frozen. Ini adalah salah satu alasan utama kesuksesan film ini.

Ingin memiliki bukunya ? Beli disini saja

Kesimpulan :

Tetaplah produktif, termotivasi, dan komeptitif.

Tetapkan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri, lalu persempit mereka agar lebih mudah dicapai.

Atasi gangguan dengan tetap siap.

Apa yang harus dilakukan?

Jika suatu saat kamu menemukan sesuatu yang menarik, beri tahu temanmu atau tulislah sebuah esai singkat. Maka, otakmu akan memproses itu lebih dalam dan kamu akan lebih mengingatnya. Sekian pembahasan kita kali ini tentang Buku Smarter Faster Better karya Charles Duhigg.

Leave a Comment