Buku Start With Why karya Simon Sinek : Motivasi dalam Membangun Karir

PenulisKreatif.com – Buku Start With Why karya Simon Sinek. Buku Simon Sinek ini sangat popular. Telah banyak buku yang dia tulis dan menginspirasi beberapa perusahaan besar seperti Microsoft, American Express, dan lainnya.

Buku ini berisikan tentang motivasi untuk membangun karier, baik di bidang bisnis, politik, dan teknologi yang lebih inovatif, sehingga dapat memberikan keuntungan.

Buku ini disarankan bagi kamu yang sedang merintis usaha, pemimpin tim, serta pengusaha-pengusaha yang ingin membangun instansinya. Lalu bagaimana cara memimpin karyawan atau tim sehingga bisa meningkatkan efektivitas serta nilai jual perusahaan atau organisasi kamu?

7 Motivasi dalam Membangun Karir

Dengan membaca ini kamu bisa bisa belajar tips dan cerita orang-orang sukses di dunia.

  1. Kesuksesan adalah buah dari pemikiran

Ada sebuah cerita tentang dua perusahaan mobil dari negara maju di dunia, yaitu Jepang dan Amerika. Perakit mobil Amerika terbiasa menggunakan palu karet untuk memastikan pemasangan pintu mobil tepat saat dipasang.

Mereka kaget dan heran mengapa perusahaan mobil Jepang tidak melakukan hal yang sama. Teknisi perakit mobil Jepang ini menggunakan design awal yang akurat dan presisi, sehingga meminimalisir terjadinya kekeliruan pada saat pemasangan pintu mobil.

Pemikiran tentang desain pintu mobil sebelum dipasang, akan membuat pintu mobil kemungkinan besar lebih tahan lama dan aman, jika terjadi sebuah kecelakaan.

Dari kisah ini kita dapat mengambil pelajaran, dengan pemikiran di awal yang matang, akan meminimalisir kekeliruan serta mampu menghemat pengeluaran perusahaan.

Setiap tutur kata pemimpin sesungguhnya adalah perintah bagi karyawan. Sehingga dengan belajar menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana, akan membuat keputusan yang dibuat berpeluang menghasilkan kemajuan bagi organisasi maupun perusahaan. Sehingga menjamin kesuksesan di masa mendatang.

Semua ini diawali dengan pertanyaan yang amat sederhana, namun mempunyai alasan kuat yaitu pertanyaan “mengapa?”. Ini adalah point penting pertama dalam Buku Start With Why karya Simon Sinek.

 

  1. Konsumen berpengaruh terhadap eksistensi masa depan sebuah perusahaan

Apakah kamu tahu, di tahun 1990 dan 2007, pabrikan mobil GM asal Amerika mengalami kerugian karena bersaing dengan Mobil Toyota buatan Jepang?

Kerugian kedua di tahun 2007 terjadi, saat mobil GM menawarkan harga ke pasar sangat rendah dibandingkan Toyota. Memang benar, pada saat menjual mobil dengan harga rendah, membuat banyak konsumen beralih melirik kembali mobil buatan Amerika tersebut. Tetapi akibatnya, perusahaan mobil ini terancam mengalami kebangkrutan, karena mengalami kerugian yang sangat besar.

Untuk menarik konsumen, permainan harga memang diperlukan. Tetapi, jika kamu sebagai produsen terus menerus menawarkan harga yang rendah, maka jika sewaktu-waktu kamu menaikkan harga jual, para pelangganmu akan enggan membeli produkmu kembali. Bahkan beberapa perusahaan yang memberikan harga jual rendah cenderung gulung tikar.

 

  1. Belajarlah dari perusahaan Apple

Tidak ada yang tidak mengenal salah satu perusaan elektronik yang terkenal di dunia ini. Barang yang mempunyai simbol Buah Apel yang tergigit ini, pada mulanya adalah perusahaan elektronik yang sama dalam segi akses dan promosi barang dagangan dengan Dell, HP, maupun Toshiba. Akan tetapi, mengapa produk elektronik keluaran Apple menjadi salah satu produk unggulan yang selalu booming di dunia?

Hal ini dikarenakan metode pemasaran Apple, serta barang yang ditawarkan kepada konsumen sangat memuaskan. Apple mampu bersaing dengan perusahaan elektronik lainnya, karena Apple merancang inovasi produk elektronik yang lebih indah, elegan, dan ramah bagi para penggunanya.

Contoh dari kisah perusahaan ini adalah contoh terbaik untuk memulai usaha dengan kata “mengapa”. Apple tidak secara langsung menganjurkan konsumennya untuk membeli iPhone atau Mac, karena mereka yakin menjual produk yang lebih baik dari yang lain. Mereka memiliki strategi lain yaitu dipromosikan oleh artis yang terkenal.

Pimpinan Apple menjelaskan bahwa produsen harus mempunyai kreativitas dan berfikir “out of the box”, untuk meyakinkan dan menarik para pelanggannya. Selain itu jika dilihat dari segi pemasarannya, Apple melihat konsumen bukan hanya seorang pembeli, mereka melihat konsumen sebagai orang yang mempunyai nilai dan keyakinan, sehingga Apple selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi pelanggannya.

Review Buku Start With Why karya Simon Sinek

  1. Kerasionalan otak akan mendorong sebuah keputusan

Otak manusia terdiri dari tiga bagian, antara lain neokorteks dan dua area otak limbik. Neokorteks berperan dalam pusat pemikiran serta rasionalitas seseorang, sedangkan dua lapisan limbik berfungsi untuk mengatur perasaan contohnya kesetiaan dan pengambilan keputusan.

Maka dari itu, jika kita mencintai seseorang, kita sering tidak tahu alasan mengapa kita mencintai orang tersebut. Mengapa kita bisa setia dengan satu orang yang notabennya di dunia ini terdapat banyak orang yang mempunyai karakter atau ciri khas yang sama.

Adanya teori ini juga bisa dijadikan landasan, mengapa sebuah instansi atau perusahaan sulit untuk berkomunikasi dengan para pelanggan. Seorang produsen yang tidak mampu menawarkan jenis barang yang mampu menarik hati konsumen, akan kalah saing dengan produsen lainnya. Bukan hanya dengan fitur yang ditawarkan, produsen juga harus mempunyai cara dan penawaran lain, agar konsumen mau memutuskan menggunakan jasa atau produk mereka.

Contohnya adalah salah satu perusahaan detergen yang ada di Amerika. Produsen tersebut mengklaim, dengan menggunakan detergennya akan menghasilkan pakaian yang lebih bersih dan lebih bersinar.

Lalu, produsen melakukan survey kepuasan kepada para pelanggan. Para pelanggan berkomentar bahwa detergen tersebut menyebabkan pakaian jauh lebih bersih. Sehingga dengan adanya survey kepuasan pelanggan tersebut, menyebabkan instansi tersebut berkembang pesat dan mematenkan komposisi detergen mereka.

 

  1. Berani berinovasi untuk mendorong tercapainya kesuksesan di akhir

Apakah kamu tahu bahwa inovasi sangat diperlukan dalam dunia bisnis? Adanya penemuan hal-hal baru akan mendorong konsumen untuk mencobanya dan kemudian membandingkannya dengan produk sebelumnya.

Memang membuat produk baru kemudian dipasarkan, bukan menjadi hal yang mudah dan akan menjadi minoritas. Kamu perlu bersabar dan meningkatkan kualitas produk agar tidak kalah saing dipasaran.

Kesuksesan pemasaran bukanlah sesuatu yang mustahil, jika kamu mempunyai pandangan yang luas. Dari sesuatu yang bersifat minoritas, suatu saat kamu akan mendapatkan mayoritasnya jika kamu percaya.

Contohnya ada sebuah produk hasil inovasi. Pada awalnya dia hanya bisa meraih keuntungan 2,5% dari apa yang dia produksi. Di waktu yang berbeda, dia berhasil meningkatkan harga jualnya, hingga keuntungan yang diraih mencapai 13,5%. Selanjutnya dia menggabungkan produk terbarunya dan produk lamanya, hingga dia bisa meraih keuntungan 68%.

 

  1. Perusahaan akan mengalami kegagalan jika tidak terbesit pertanyaan “mengapa”

Kata sederhana, namun mempunyai banyak makna. Kata ” mengapa”, menjadi sebuah istilah yang harus dimiliki seorang pemimpin di perusahaan. Hal ini dikarenakan dengan memikirkan pertanyaan “mengapa”, seorang pemimpin mampu mengoreksi kinerja sumber daya manusia yang dimilikinya serta produk yang dihasilkannya.

Kita ambil contoh salah satu perusahaan yang terkenal di Amerika yaitu Walmart. Walmart adalah salah satu perusahaan Amerika yang menawarkan harga produk yang rendah bagi konsumennya. Akan tetapi, dengan harga jual yang rendah tidak serta merta membuat Walmart menjadi perusahaan yang terkenal di Amerika.

Lalu mengapa bisa seperti itu? Ternyata pemimpin Walmart mempunyai skandal pada tahun 2002, karena melanggar hak-hak karyawannya, serta harus membayar jutaan dollar untuk membayar kasus-kasus sebelumnya. Padahal pada tahun yang sama, Walmart menjadi salah satu perusahaan yang mampu bersaing dan berhasil meraup keuntungan sebesar $ 400 milyar tiap tahun. Akan tetapi, pemimpin yang melenceng dari tujuan utamanya membuat perusahaan ini mengalami kegagalan.

Inilah salah satu pelajaran saat akan mencapai kesuksesan. Jika tidak ada pertanyaan “mengapa”, maka suatu perusahaan akan semakin percaya diri sehingga lupa alasan mereka melakukannya di awal.

 

  1. Keberhasilan dimulai dari ” mengapa”, bukan “apa”

Terdapat suatu contoh yang menguatkan pertanyaan “mengapa”, akan membuat kamu berhasil meraih kesuksesan daripada “apa”.

Wilbur dan Orville adalah dua saudara yang berhasil membuat mesin terbang. James Tobin menuliskan dalam bukunya, bahwa kedua saudara ini adalah seorang true scientists, dimana mereka akan menganalisa, mengapa bisa terjadi sebuah kesalahan dari percobaan mereka, menemukan solusi, dan mencobanya kembali hingga mereka sukses.

Lain halnya dengan Langley. Langley terlalu terobsesi dengan “apa”, sehingga yang dipikirkannya hanya terobosan ilmiahnya saja tanpa memperdulikan pengaplikasiannya. Ketika pesaingnya berhasil mengalahkannya, dia tidak berusaha untuk mencari alasan dan mencari solusinya. Dia memilih untuk menyerah.

Sebenarnya kedua tokoh tersebut bisa menjadi inspirasi bagi kamu, karena mereka mempunyai tekad, etos kerja, dan pemikiran ilmiah yang sangat tajam. Sehingga kamu dapat mengambil pelajaran, bahwa orang yang percaya dengan alasan kamu membangun sesuatu yang baik, maka mereka akan memberikan yang terbaik pula untuk mendukung segala upaya dan usaha yang kamu lakukan.

 

Ingin memiliki bukunya ? Beli disini saja

 

Kesimpulan:

Jika kamu berbisnis, kamu harus memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, dengan membubuhkan pertanyaan “mengapa” disetiap tindakanmu.

Pertanyaan “mengapa”, harus menjadi dasar keputusan yang kamu buat.

Jika poin 1 dan 2 berhasil, kamu bisa memimpin karyawan atau diri sendiri dengan baik, serta mampu meraih kesuksesan yang nyata di masa yang akan datang.

Apa yang harus dilakukan?

Kita sesekali perlu melihat ke atas untuk belajar, bagaimana cara orang-orang sukses terdahulu bisa meraih impiannya.

Apabila bersaing dengan perusahaan lain, maka bersainglah dengan sehat. Jangan pernah mematok harga yang terlalu rendah kepada konsumen. Hal ini bisa menyebabkan kamu merugi di kemudian hari.

Apabila terjadi suatu kesalahan atau kemunduran jangan sontak menyerah. Berfikirlah mengapa hal tersebut bisa terjadi (instrospeksi diri dan belajar dari kesalahan), selanjutnya bangkit untuk memperbaikinya. Sekian pembahasan kita kali ini tentang Buku Start With Why karya Simon Sinek.

 

Leave a Comment