7 Cara Mudah Melakukan Meditasi. Review Buku Get Some Headspace : 10 Minutes Can Make All The Difference karya Andy Puddicombe

Cara Mudah Melakukan Meditasi. Tidak dipungkiri, tempo kehidupan modern saat ini telah membuat banyak orang kewalahan, stres, bingung, dan bahkan merasa kacau dengan apa yang harus dilakukan dan dilihat. Lalu, bagaimana cara kita menenangkan pikiran di tengah hiruk pikuk perkembangan zaman?

Hal ini tidak tentang bagaimana mampu membuat hidup lebih produktif, namun tentang menemukan kesempatan untuk menghilangkan buzz dan menghargai apa yang sudah kita alami saat ini. Salah satunya adalah dengan meditasi.

Puddicombe seorang biksu Buddha, penulis buku ini, menawarkan sebuah cara mudah melakukan meditasi yang bermanfaat bagi kita semua. Dia membuktikan bahwa orang tersibuk pun dapat menggunakan 10 menit saja dari waktunya seharian untuk mendapatkan ruang bebas di kepala dan membuat hidupnya lebih baik.

Dalam buku ini, kita tidak hanya belajar tentang bagaimana meditasi membantu dalam hidup, namun juga bagaimana menggabungkan meditasi dengan gaya hidup saat ini.

7 Cara Mudah Melakukan Meditasi menurut Andy Puddicombe

  1. Headspace untuk hidup dengan damai

Sebuah impian bagi semua orang untuk dapat hidup terbebas dari pikiran, kekhawatiran, dan gangguan. Dan bukan hal yang tidak mungkin untuk diperoleh di zaman sekarang. Salah satu caranya adalah dengan meditasi. Dengan melakukannya secara teratur, kita dapat mengajari pikiran kita untuk rileks dan kembali ke keadaan alaminya yang bebas dari kekacauan.

Meditasi merupakan pembukaan pikiran yang lembut untuk menumbuhkan wawasan yang lebih langsung ke saat ini. Kesadaran tentang bagaimana dan mengapa kita merasakan apa yang kita lakukan. Dengan melakukan meditasi, kita dapat melonggarkan tekanan dan gangguan dunia modern yang menjadi tempat sempurna untuk berkembangbiak kecemasan, yang berpengaruh pada kebahagiaan kita.

Lebih jauh lagi, meditasi adalah keterampilan untuk mengetahui bagaimana melangkah mundur dan tidak membiarkan diri kita terjebak dalam pikiran negatif yang tidak produktif. Pikiran negatif bertindak seperti kuda liar, butuh kelembutan untuk menjinakkannya. Kita harus melatihnya dengan bersikap santai, menambah kelonggarannya dengan memberikan ruang.

Meditasi dapat dilakukan dengan hanya duduk diam dan membiarkan pikiran melayang tidak terikat pada apapun. Kita dapat memusatkan pada 1 indera, misalkan pada penglihatan saja atau pendengaran. Jika suatu saat merasa hal lain mengganggu pikiran, dapat segera diatasi dengan kembali fokus pada perhatian sebelumnya.

BACA JUGA   Pentingnya Kecerdasan Emosional dalam Kehidupan menurut Daniel Goleman

Jadi, terkadang ketika kita sedang dalam keadaan gelisah, yang diperlukan hanya diam dan tidak melakukan apa-apa, serta melangkah mundur sekejap untuk membiatkan pikiran mereda. Tidak ada meditasi yang baik dan buruk. Yang ada hanyalah meditasi yang terganggu dan tidak terganggu.

  1. Cara melakukan meditasi untuk mendapatkan hasil

Dalam melakukan meditasi, kita hanya perlu belajar untuk melepaskan. Meditasi memberikan kebahagiaan dengan menjatuhkan perlawanan dan meningkatkan kesadaran. Kita akan merasa nyaman dengan melepaskan diri dari emosi yang kita alami,  baik itu emosi positif ataupun negatif.

Sehingga, kita dapat lebih tenang dan rileks ketika kita melepaskan keinginan untuk terus-menerus mengalami hal menyenangkan dan berhenti berjuang untuk menghindari hal yang tidak menyenangkan.

Pikiran stres kita seringkali merupakan hasil emosi yang ditekan karena ketidakmampuan menghadapi situasi, peristiwa, dan lingkungan yang menantang. Itulah mengapa saat kita ingin melakukan meditasi, kita harus melepaskan semua emosi yang ada. Meditasi bukanlah untuk menggali memori lama, pikiran, atau emosi. Bukan juga tentang mengendalikan suatu pikiran. Namun, meditasi justru tentang melepaskan kendali, memusatkan perhatian secara pasif, dan membuat pikiran lebih santai dengan temponya sendiri.

 

  1. Meditasi selama 10 menit dan memberikan hasil

Meditasi selama 10 menit dapat menjadi sesi singkat yang membawa kita dalam kerangka berpikir yang benar. Luangkan waktu 5 hingga 10 menit untuk melambatkan seluruh aktivitas, lalu carilah kursi yang nyaman dan atur timer selama 10 menit. Ingatlah untuk menyetel nada dering alarm yang lembut. Hampir semua orang tidak menyukai alarm yang berbunyi mengagetkan.

Selanjutnya, mulailah menyelaraskan pikiran dan tubuh kita.  Pejamkan mata dan luangkan waktu 5 menit untuk menarik kesadaran kembali ke tubuh kita. Secara fokus, pindai tubuh kita dari ujung kepala hingga ujung kaki, lalu gambarkan bagaimana perasaan tubuh kita. Biarkan pikiran mengalir masuk dan keluar. Jika di tengah proses ada pikiran mengganggu, cukup kembali lagi fokuskan diri tepat di mana pemindaian terganggu.

Lanjutkan dengan fokus pada pernafasan. Luangkan 30 detik untuk mengamati tarikan dan hembusan nafas kita. Dalam hati, hitungkan nafas masuk sebagai 1 dan nafas keluar sebagai 2, dan teruslah hingga mencapai angka 10. Jika terganggu di tengah prosesnya, cukup kembali ke 1. Ulangi hingga timer berbunyi.

Bebaskan pikiran kita. Cobalah untuk tidak fokus pada sesuatu yang khusus dan secara lembut berikan ruang apda pikiran kita. Kemudian, kembalikan fokus pada sensasi fisik tubuh dan lingkungan kita. Biarkan kesadaran dan ruang baru ini tinggal bersama kita sepanjang hari.‌             ‌

BACA JUGA   7 Teknik Keterampilan Berbicara. Apa Saja yang Harus Dilakukan ?

 

  1. Mengintegrasikan meditasi dalam aktivitas kita

Kita bisa melakukan meditasi dengan berjalan kaki. Mulailah dengan memusatkan perhatian pada tubuh kita dan amati sensasi yang dirasakan saat berjalan.

Dalam 30 detik, luangkan waktu untuk melihat lingkungan secara visual. Kemudian, alihkan fokus pada suara, lalu pada apa yang bisa kita cium. Terakhir, alihkan perhatian pada sensasi fisik seperti panasnya matahari atau angin yang sepoi-sepoi.

Perhatikan tubuh dan kaki kita saat menyentuh tanah. Pusatkan perhatian sama seperti saat kita memusatkan pernafasan pada meditasi duduk. Selain berjalan, kita bisa juga menggunakan teknik meditasi saat berlari dan berolahraga lainnya. Yang harus diingat, sebelum memulainya, pastikan kita memahami mental dan fisik kita. Fokus dan kuatkah diri dengan menarik nafas dalam-dalam.

Saat mulai berlari, bawa kesadaran kita ke tubuh kita, pernafasan, dan pikiran kita. Amati ritme kita, dan pahami apakah kita merasa tegang atau nyaman. Kita hanya perlu menyadarinya, tanpa mengubahnya. Jika merasa tidak nyaman, gunakan sebagai objek fokus yang efektif untuk membuat kita tetap sadar dan tetap berada di titik saat itu.           ‌

Review Buku Get Some Headspace 10 Minutes Can Make All The Difference karya Andy Puddicombe

  1. Meditasi dapat meningkatkan hubungan kita dengan orang lain

Ketika dalam suatu ketika, kita berhasil untuk berhenti membuat kepala kita berpikir sangat berat dan mencoba mengendalikan semua hal kecil, tandanya kita telah menciptakan headspace agar merasa lebih damai. Gunakanlah ini untuk membuat kita bertindak selama 24 jam ke depan.

Untuk mempertahankan fokus di hari itu, berhentilah mencoba untuk mengerjakan seluruh aktivitasmu sekaligus. Namun, lihatlah hari tersebut sebagai suatu titik-titik yang terhubung, dimana kita bisa mengerjakan satu persatu tanggungan kita, dan berpindah dari satu titik ke titik lain. Itu akan membuat kita lebih mudah mencapai tujuan dalam hari tersebut.

 

Meditasi selain berpengaruh pada diri kita sendiri, juga meningkatkan rasa saling memahami dalam hubungan kita dengan orang lain. Dengan tidak berfokusnya kita pada masalah dan kekhawatiran dalam hidup, akan menciptakan lebih banyak headspace. Itu akan membuat kita lebih hadir dalam hubungan kita dengan orang lain. Kita akan menjadi lebih banyak mendengarkan apa yang orang lain katakan, dibanding mempersoalkan apa yang akan kita katakan berikutnya. Meningkatnya headspace juga membuat kita lebih sabar, santai, dan bersikap lebih toleran.        ‌

 

  1. Meditasi dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengatasi gangguan makan

Berlatih meditasi dan menerapkan teknik mindfulness akan berpengaruh pada kualitas tidur dan makan kita.

Untuk dapat tertidur dengan lebih cepat dan mengatasi insomnia, kita dapat menggunakan Meditasi Tidur. Mulai dengan memeriksa diri kita dan mengamati bagaimana perasaan kita. Atur pernafasan dan pikirkan kembali apa yang telah kamu lakukan mulai dari bangun tidur hingga kembali ke kasur malam ini. Lalu, perhatikan setiap bagian tubuhmu dan berusahalah untuk “membuat mereka beristirahat”.

BACA JUGA   10 Buku Jurnalistik Terkemuka yang Harus Anda Baca

Sebuah penelitian di University of Massachusetts Medical School, 58% penderita insomnia berhasil mengalami peningkatan dalam tidur mereka dan 91% berhasil mengurangi konsumsi obat tidur, akibat berlatih meditasi.

Meditasi Makan dapat membantu kita juga untuk mengurangi impuls dan pikiran yang mendikte kita tentang apa saja yang ingin dimasukkan dalam mulut kita. Kita bisa menggunakan teknik 10 menit meditasi seperti yang telah dijelaskan di sub bab sebelumhya. Kita mulai dengan memusatkan perhatian pada pernafasan, memperlambat pikiran, dan menetap.

Ketahuilah asal makanan di piring kita, nilai gizinya, dan fakta bahwa itu tersedia untuk kita. Perhatikan tekstur, warna, bau, lalu mulailah makan. Pertahankan fokus saat makan. Jika pikiran mulai hilang atau kita menjadi tidak sabar, segera kembali ke makanan dan atur nafas dengan lembut. Itu akan membantu kita untuk menuju ke gaya hidup sehat.

  1. Meditasi secara teratur dapat mengurangi stres dan kecemasan

Dengan adanya gangguan dan tekanan di suatu hari, tentunya sangat mudah bagi kita untuk menjadi mangsa stres dan kecemasan. Kita bisa meningkatkan kesadaran hidup dan mengurangi stres dengan melakukan meditasi harian secara rutin.

Penelitian menunjukkan meditasi dapat menurunkan tekanan darah, detak jantung, laju pernafasan, konsumsi oksigen, sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Sebuah studi di Universitas Oxford, menemukan bahwa stres dapat berpengaruh pada kemampuan hamil seorang wanita dan meditasi dapat menjadi kunci kesuburan.

Penelitian di Univesity of Massachusetts Medical School, kondisi penyakit kulit seperti psosiaris dapat sembuh 4 kali lebih cepat dengan melakukan meditasi.

Penelitian juga menunjukkan bahwa meditasi mengurangi kecemasan dan depresi. Meditasi membiarkan emosi datang dan pergi tanpa menumpuk dan menjadi filter negatif yang mengganggu.

Ahli saraf di UCLA juga mengatakan, bahwa dengan teknik mindfulness, seseorang dapat mengidentifikasi emosi mereka sehingga lebih sadar akan emosinya. Itu menyebabkan mereka tidak terpengaruh dengan emosi negatif.

 

Kesimpulan :

Meditasi tidak harus dilakukan selama 1 di ruangan yang diberi dupa dan nyanyian. Kita bisa melakukannya hanya dengan 10 menit dan mengintegrasikan dengan seluruh aktivitas kita. Dengan meditasi rutin setiap hari akan membantu kita menyadari emosi kita dan menjalani kehidupan lebih tenang.

 

Apa yang bisa dilakukan?

Mulailah dan buatlah latihan pertamamu sesederhana mungkin.

BERGABUNG BERSAMA KAMI
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Bergabunglah dengan lebih dari 3.000 orang yang telah menerima email rutin dari kami, dan pelajari cara menulis kreatif di sosial media, artikel blog dan buku. Siapa tahu ini bisa menjadi sumber penghasilan sampingan bahkan utama Anda !
Email Anda aman bersama kami

Leave a Comment