Gaya Hidup Melajang. Review Buku Going Solo karya Roald Dahl

PenulisKreatif.com – Gaya Hidup Melajang. Dahulu banyak orang menganggap bahwa hidup melajang atau sendirian adalah hal yang menyedihkan. Perempuan lajang dianggap perawan tua, begitu pula dengan bujangan pria

Namun sekarang, pandangan tersebut telah berubah. Menjadi lajang sekarang adalah pilihan yang sah, dan tidak terlihat menyedihkan seperti dulu. Apa yang berbeda? Mari kita simak bersama dalam pembahasan di bawah ini.

  1. Penyebab hidup lajang mulai meningkat saat ini

Saat semua belum modern, kurang lebih di tahun 1950an, kita semua mengetahui peranan seorang wanita adalah tinggal di rumah dan mengurus keluarga. Namun, meninggalkan tahun 1950 dan mulai masuk ke era tahun 2000an, wanita mulai memiliki peranan berbeda. Peranan yang dimainkan oleh wanita ini jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

Di saat itu, wanita mulai memasuki dunia kerja. Inilah yang menjadi salah satu alasan banyaknya orang yang mulai melajang. Kenapa? Karena dulunya wanita tidak sanggup menghidupi dirinya sendiri, sehingga mereka bergantung pada suaminya untuk dapat hidup. Namun sekarang, mereka memiliki penghasilan yang memungkinkan lebih mandiri secara finansial. Ini juga alasan utama munculnya perceraian.

Hal lain yang mendorong tingkat lajang meningkat adalah teknologi. Teknologi berupa sosial media, internet, dan televisi ini, membuat orang merasa selalu dekat dengan keluarga, teman, dan kolega, sehingga bukan menjadi masalah besar ketika mereka hidup sendirian.

 

  1. Hidup lajang sebagai gaya hidup perkotaan

Menjadi seorang lajang, dinilai sebagai pilihan yang tepat ketika seseorang memulai karirnya. Banyak orang memilih pindah ke kota untuk mengejar karir mereka, meningkatkan bakat dan kemampuan mereka untuk mencapai apa yang dicita-citakan.

Dan di kota inilah, mereka mendapatkan teman seperjuangan yang sama-sama memilih fokus pada karir. Tentunya berbeda dengan di desa, yang sebagian besar orang akan mempertanyakan kenapa kita terus melajang.

BACA JUGA   Cara Meyakinkan Konsumen dengan Neuromarketing dalam Brainfluence karya Roger Dooley

Mereka berpendapat bahwa dengan melajang, gangguan dapat diminimalkan ketika akan bekerja keras. Melajang juga dinilai sangat sempurna untuk beristirahat setelah mereka lelah bekerja, tanpa ada gangguan. Banyaknya waktu yang mereka butuhkan untuk fokus dengan karir, membuat mereka berpikiran bahwa melajang adalah pilihan terbaik.

Review Buku Going Solo karya Roald Dahl

  1. Apa untungnya melajang?

Melajang bisa memiliki keuntungan, seperti :

a. Membantu meraih kepercayaan diri dan rasa otonomi

Hal ini bisa untuk mereka yang belum menikah dan mereka yang sudah bercerai. Misalkan orang yang sudah bercerai, merasa lebih lega ketika sudah bercerai, karena mereka menganggap lebih baik sendirian daripada kesepian saat memiliki pasangan.

b. Bebas menentukan yang diinginkan.

Orang yang lajang, bebas memilih keputusan apapun yang diinginkan tanpa perlu menunggu persetujuan dari pasangan. Mereka pun bebas melakukan hobi tanpa perlu terus-menerus mempertimbangkan keinginan istri atau suami.

 

  1. Pria Lajang VS Wanita Lajang

Untuk mengatasi rasa kesepian pada orang yang melajang, bisa dengan bersosialisasi dengan keluarga maupun teman. Hal tersebut terlihat mudah bagi seorang perempuan yang memilih hidup melajang. Namun, hal tersebut dapat menjadi susah ketika pria yang harus melakukannya.

Hal tersebut terjadi karena pria dibesarkan dengan stigma jantan dan suka bersaing, sehingga ketika dihadapkan dengan kehidupan sosial, mereka akan cenderung kesusahan dan memilih untuk mengurung diri.

Terdapat di AS sebuah singgle room occupancy, semacam tempat tinggal sewa dengan biaya murah, yang menjadi tempat tinggal bagi para pengangguran, orang sakit jiwa, rehabilitasi, dan lain-lain. Ruangan SRO tersebut lebih memungkinkan mereka tanpa sosialisasi dengan tetangga-tetangganya. Dan kebanyakan pria lebih memilih tempat seperti ini.

 

  1. Perubahan yang harus dilakukan

Jika membicarakan perubahan untuk para lajang, terutama lajang lansia, yang dapat kita dan semuanya lakukan adalah dengan memperbaiki panti jompo menjadi sebuah hunian yang membuat para lansia merasa tidak takut ketika akan masuk ke panti jompo.

Sayangnya, panti jompo banyak dikelola oleh perusahaan nirlaba yang memiliki staf yang mengerikan dengan bayaran gaji yang rendah. Kualifikasinya pun rendah. Hal tersebut yang akhirnya membuat para lajang lansia takut dengan panti jompo.

BACA JUGA   Buku Autobiografi Elton John. Bagaimana Kisah Lengkapnya ?

 

Kesimpulan :

Tidak selamanya hidup melajang itu menyedihkan. Bahkan hidup melajang memiliki banyak keuntungan.

Apa yang harus dilakukan?

Tanyakan pada diri sendiri, apa yang lebih kamu inginkan. Melajang atau berpasangan?

Itulah pembahasan kita kali ini tentang Gaya Hidup Melajang, Review dari Buku Going Solo karya Roald Dahl.

BERGABUNG BERSAMA KAMI
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Bergabunglah dengan lebih dari 3.000 orang yang telah menerima email rutin dari kami, dan pelajari cara menulis kreatif di sosial media, artikel blog dan buku. Siapa tahu ini bisa menjadi sumber penghasilan sampingan bahkan utama Anda !
Email Anda aman bersama kami

Leave a Comment