7 Obsesi dalam Bekerja. Review Buku Be Obsessed or Be Average karya Grant Cardone

PenulisKreatif.com – Obsesi dalam Bekerja. Betapa banyak orang yang mengharapkan mendapatkan pencpaian besar dalam hidupnya. Tapi kenyataannya itu hanya angan-angan belaka, karena tidak pernah ada kesempatan untuk mencapainya. Padahal di tempat lain ada orang yang bisa mencapai apa yang mungkin menjadi impiannya. Banyak faktor yang menjadikan orang lain menjadi berhasil, salahsatunya adakah obsesi yang kuat.

Memang harus diakui bahwa satu-satunya hal yang mencegah impian menjadi kenyataan adalah ketakutan akan kegagalan atau penolakan, dan kurangnya ambisi. Dengan kata lain saat kita punya hasrat yang besar dan terobsesi, kita akan segera membuka pintu untuk menuju hal-hal besar yang kita impikan.

Banyak yang percaya akan hal ini, salahsatunya adalah yang tertulis dalam buku Be Obsessed or Be Average karya Grant Cardone, yang didalamnya menuliskan manfaat obsesi bagi seseorang yang ingin  mendapatkan impiannya. Apa saja yang dibahas dalam buku ini ?

7 Obsesi dalam Bekerja menurut Grant Cardone

  1. Terobsesi dan Berenergi

Sesekali kita mungkin merasa lelah dan merasa kehabisan energi, saat itu kita punya dua pilihan : pertama mengambil cuti atau rehat, dan yang kedua menjadi terobsesi.

Rata-rata orang mengambil pilihan yang pertama tapi itu tidak membantu kita untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.

Kalau ingin mencapai level berikutnya kita perlu terobsesi dan selalu mendorong diri menuju apa yang kita inginkan.

Jika memilih pilihan kedua kita akan menghasilkan energi, bukan mengurasnya

Namun kalau benar-benar merasa lelah, coba periksa diri dan tegaskan kembali tujuan kita apa. Jangan-jangan kita sudah keluar jalur?

Contohnya, ketika penulis berusia 40 tahun dia mulai merasa lelah dan stres. Dia sering berkeliling Amerika untuk mengisi seminar bisnis, saat tidak ada jadwal di AS, dia mengisi seminar di Kanada, bahkan seringkali saat bangun pagi dia sendiri tidak tahu sedang berada di mana.

Dia kemudian menetapkan ulang bahwa sebenarnya yang diinginkan adalah menjadi penjual terhebat di dunia. Setelah menuliskan tujuan dan menegaskan kembali tujuan hidupnya ia merasa terlahir kembali.

Banyak orang beranggapan bahwa terobsesi itu tidak baik, padahal obsesi adalah kunci untuk membuka energi dan mencapai apa yang kita inginkan.

Dengan terobsesi untuk memiliki hidup yang ideal, kita bisa punya karir dan uang, kesehatan yang baik, kehidupan keluarga yang bahagia, dan keyakinan yang kuat.

Untuk mewujudkannya tentu kita perlu kerja keras setiap saat, yang berarti kita perlu gairah yang kuat yang timbul karena obsesi. Obsesi membuat kita tetap semangat dan termotivasi.

 

  1. Motivasi Baru

Katakan kamu tahu apa yang perlu dilakukan, misal kamu akan melakukan pekerjaan A dengan alokasi waktu 10 jam, ternyata kamu hanya bertahan 5 jam, sedangkan 5 jam sisanya malah tergoda untuk bersantai melakukan hal lain. Nah, disinilah obsesi bekerja supaya kamu tetap bisa bertahan selama 10 jam penuh.

Target kita harus besar yang mengarahkan kita menuju masa depan yang tanpa batas.

Pada satu titik penulis berhasil memiliki 100 unit apartemen, kemudian ia menaikkan tujuannya menjadi lebih ambisius yaitu memiliki 500 unit apartemen dan apa yang terjadi? di tahun 2016 dia memiliki 4500 unit apartemen.

Setelah kamu berhasil menghasilkan 1 juta dolar mengapa tidak menetapkan tujuan baru 1 milyar us dolar?

Pikirkan dalam benak bahwa akan banyak organisasi amal yang dapat kita danai dan kita bisa berinvestasi lebih banyak untuk keturunan kita di masa mendatang.

Yang perlu kita lakukan adalah tetap aktif dan terus meraih ketinggian yang baru.

 

  1. Target yang Tinggi

Yang terpenting adalah punya target yang tinggi dan tidak usah menghawatirkan tentang detailnya. Tidak ada yang bisa memprediksi bagaimana hal-hal akan berhasil.

Bahkan miliarder tidak tahu persis bagaimana mereka akan menghasilkan pundi-pundi kekayaan, sebaliknya mereka mau melakukan apa yang memang harus dilakukan dan meyakini bahwa target mereka sangat mungkin untuk dicapai dan mereka memaksakan diri dan tim untuk menemukan cara untuk mewujudkannya.

Jadi penting sekali untuk memiliki target yang tinggi. Semua peristiwa utama di dalam hidup kita seperti menikah, punya anak, memulai bisnis pertama, memang mengharuskan kita untuk berani mulai aja dulu.

Prinsip yang sama berlaku untuk bisnis kita. Kita bisa merilis produk beta sebelum kita siap dan menjadi yang pertama di pasar. Bahkan menjadi yang pertama lebih penting daripada menjadi sempurna, seperti kalimat done is better than perfect karena Apple telah membuktikan bahwa menjadi besar, berani, dan inovatif lebih penting daripada menunda perilisan beta.

Obsesi dalam Bekerja 1

  1. Rasa Takut

Kadang rasa takut akan datang tapi kita harus paham bahwa rasa takut memang sejalan dengan kesuksesan. Rasa takut datang dalam dua bentuk utama, takut ditolak dan takut gagal. Keduanya memang harus dihadapi jika kita ingin sukses.

Pada tahun 2008, J.K Rowling berpidato di depan calon alumni universitas Harvard. Dia mengatakan bahwa apa yang membuat kita hebat di dalam hidup adalah keberanian untuk gagal. Jadi jika kita tidak pernah gagal kita sebetulnya tidak pernah hidup.

J.K Rowling berbicara dari pengalamannya, dia ditolak selama 12 kali sebelum buku pertama Harry Potter akhirnya di terima oleh penerbit lalu kemudian terjual sekitar 12 juta eksemplar. Jika dia membiarkan rasa takut gagal menghentikannya, Harry Potter mungkin tidak akan pernah ada sampai hari ini.

Kalau kita merasa stagnan dan nyaman, itu justru berarti kita tidak berkembang. Saatnya untuk pindah ke kolam yang lebih besar, mungkin sudah waktunya untuk membuka cabang baru, menjelajahi kemitraan bisnis yang baru, membuka pasar baru dan peluang baru, atau mencoba diversifikasi bisnis.

Pada krisis ekonomi 2008, saat itu semua orang takut dan khawatir tentang masa depan dan penulis malah memutuskan untuk memperluas pasar dan membuahkan hasil yang baik.

 

  1. Investasi untuk Pertumbuhan

Menggunakan uang untuk tumbuh jauh lebih baik daripada menabung, ini berarti langkah yang harus kamu lakukan adalah ketika ada keuntungan gunakan untuk ekspansi. Dengan ini kamu punya peluang besar untuk memenangkan pasar.

Satu-satunya uang yang penting adalah uang yang digunakan untuk membantu kita tumbuh, ini juga berkaitan dengan pajak. Pendapatan selalu dikenakan pajak, sedangkan uang yang diinvestasikan kembali pada perusahaan kita biasanya tidak dikenai pajak.

Jadi kita perlu terbuka terhadap peluang pertumbuhan dan investasi, termasuk pasar baru untuk dikembangkan dan jalan baru untuk dijelajahi.

Penulis Grant Cardone merekomendasikan mengalokasikan 30-40% dari keuntungan untuk ekspansi, tapi jika peluang ekspansi memang sulit ditemukan maka hal terbaik berikutnya yang bisa dilakukan adalah membelanjakannya untuk publisitas.

 

  1. Menghadapi Haters

Secara umum uang yang dihabiskan untuk pemasaran, periklanan, dan media sosial tidak akan pernah sia-sia. Ketika publisitas berhasil dan brand kita dikenal, peluang ekspansi yang sebelumnya sulit bisa jadi akan menjadi mudah.

Dan yang penting lagi jangan mencoba untuk mengerjakan semuanya sendirian atau one man show. Menjadi pemimpin berarti membimbing tim menuju kesuksesan dan seringkali timnya bisa sangat besar, seperti staf Amazon yang berjumlah lebih dari 200.000 atau Apple dan Microsoft dengan 100.000 orang.

Saat ini hampir 75% perusahaan di Amerika adalah one man show, sementara jika dihitung pendapatan rata-ratanya hanya 44 ribu us dolar pertahun.

Penulis juga sama awalnya, menghabiskan 10 tahun berusaha mengerjakan semuanya sendiri sampai suatu ketika menyadari bahwa dia harus mendelegasikan dan memperkerjakan orang. Saat itu perusahaannya benar-benar berkembang pesat.

Dengan kesuksesan yang besar biasanya haters akan bermunculan. Nah kamu bisa mempersiapkan diri untuk menyikapinya. Landscape media sosial saat ini memang memudahkan haters untuk bersuara tidak terpuji dan cara terbaik untuk menghadapinya bukan dengan mencoba menyumpal mulut mereka atau membalasnya, tapi berterimakasihlah atas perhatiannya.

Pemasar handal pernah berkata bahwa tidak ada publisitas yang buruk, maka haters bisa digunakan sebagai publisitas gratisan.

Haters mungkin menyebalkan tapi bahkan jika disikapi dengan bijak, kata-kata mereka bisa membuat kita melakukan beberapa penyesuaian dan menciptakan produk atau layanan yang lebih baik.

 

  1. Tim Terbaik

Tapi selain haters, bahkan terkadang tim kita sendiri bisa menjadi penghambat. Kita memperkerjakan seseorang tentu ada kesepakatan yang dibuat, kita membayar mereka dan memperlakukan mereka dengan adil sementara mereka melakukan standar pekerjaan tertentu sesuai SOP.

Jadi ketika seorang karyawan tidak mengerjakan bagian mereka dengan baik dan malah menjadi beban, kamu tidak perlu merasa bersalah untuk menggantikan mereka dengan seseorang yang lebih tepat. Makanya proses rekrutmen dan pemecatan itu penting sekali. Tugas kamu adalah membangun tim yang sama-sama obsesif dan bersemangat dengan bisnismu layaknya kamu sebagai pemiliknya.

Kesimpulan :

Menjadi luar biasa berarti memiliki mindset atau pola pikir yang berkembang. Supaya benar-benar berhasil kita perlu menetapkan tujuan kita menuju sesuatu yang benar-benar luar biasa.

Jadi, yang harus dilakukan adalah jangan sampai kita buang-buang waktu untuk tugas yang tidak memicu obsesi kita. Misalnya jangan pernah ragu untuk membayar orang lain membersihkan rumah atau mencuci mobil karena tentu ada hal-hal lain yang lebih penting yang cocok dengan keahlian kita yang membuat kita maju.

 

BERGABUNG BERSAMA KAMI
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Bergabunglah dengan lebih dari 3.000 orang yang telah menerima email rutin dari kami, dan pelajari cara menulis kreatif di sosial media, artikel blog dan buku. Siapa tahu ini bisa menjadi sumber penghasilan sampingan bahkan utama Anda !
Email Anda aman bersama kami

Leave a Comment