Sisi Positif dan Negatif Kreativitas. Kamu Harus Tahu Ini

PenulisKreatif.com – Sisi Positif dan Negatif Kreativitas. Manusia modern biasanya mengagungkan apa yang berhubungan denga kreativitas. Ya, kreatif seakan menjadi tolak ukur seseorang untuk tetap bertahan di era persaingan global saat ini. Padahal jika kita dalami lagi, ada juga sisi negative dari kreativitas yang perlu kita tahu dan hindari. Tidak banyak memang yang fokus membahas tentang ini.

Salah satunya ada dalam buku Against Creativity karya Olu Mould, dimana buku ini ditulis khusus oleh sang penulis untuk membahas gagasan manusia dalam melakukan kreativitas. Karena itu kreativitas dalam buku ini secara jelas dipandang dari dua sisi, yaitu sisi positif dan negatif.

Sisi positif menerangkan tentang pengaruh kreativitas dalam dunia parlemen. Sedangkan sisi negatif, berupa pengubahan konsep kreativitas untuk tujuan penindasan, baik di dunia kerja maupun parlemen. Perlu untuk kita mengetahuinya untuk menambah wawasan kita.

Sisi Positif dan Negatif Kreativitas

Sisi Positif Kreativitas

  1. Konsep kreativitas diterapkan oleh kapitalisme neoliberal

Ketika kamu berjalan di New York, tidak sengaja kamu menemukan seorang tunawisma yang sedang menyampaikan aspirasinya di jalan. Tunawisma tersebut menyampaikan aspirasi tidak dengan peralatan yang biasa di pakai orang lain untuk orasi, melainkan dengan menyanyikan lagu. Hal tersebut merupakan sebuah kreativitas.

Tokoh lainnya, yaitu seorang pria yang tinggal di lingkungan dengan sistem kapitalis. Dia menjual tenaganya demi menyambung kehidupan. Dia tidak menyerah, walaupun orang-orang disekitarnya merasa kecewa dengan sistem kapitalis seperti itu. Dia rela untuk menukar tenaganya hanya demi keuntungan semata.

Berdasarkan secuplik kisah tersebut, banyak kreativitas yang telah diubah menjadi amunisi untuk pertumbuhan ekonomi pemerintahan. Lalu apa kreativitas itu?

Sebenarnya, kreativitas sudah ada sejak zaman lalu dan telah melalui dimensi ruang dan waktu. Kreativitas sendiri pada zaman tersebut adalah suatu kekuatan dewa yang mampu menyulap dunia menjadi baru. Kreativitas mencerminkan ciri khas dari seorang individu, seperti seniman yang selalu membutuhkan ide baru.

Pada tahun kurang lebih 1980 dan 1990an, kreativitas diartikan sebagai pengendali ekonomi. Hal ini disebabkan karena adanya ideologi neoliberalisme yang menempatkan masyarakat sebagai pasar ekonomi, dan orang-orang yang menganut ideologi tersebut sebagai pengendalinya. Sehingga muncul pemikiran individualis dalam pasar ekonomi.

Ideologi neoliberalisme saat itu merajalela di negara maju, seperti Inggris dan Amerika Raya. Ideologi ini membuat banyak aspek kehidupan sehari-hari masyarakat yang dikendalikan oleh pemikiran ini.

Kreativitas telah berubah karena adanya ideologi ini. Kreativitas dikemas sebagai alat yang harus dimiliki dan dilatih oleh setiap individu, agar benilai di pasar ekonomi. Selain di ekonomi, konsep kreativitas seperti ini juga masuk ke dunia politik.

 

  1. Bekerja kreatif berarti bekerja lebih lama dan lebih keras

Tahun 2002, seorang penulis bernama Urbanis Richard Florida, menulis buku yang berjudul The Rise of The Creative Class. Buku ini menjelaskan tentang ekonomi di masa yang akan datang, akan didukung oleh adanya kelas kreatif.

Kelas kreatif sendiri diperuntukkan bagi orang-orang yang berpendidikan tinggi, dan akan menghasilkan uang lewat keterampilan serta bakat yang dimiliki. Kelas ini pada awalnya diperuntukan untuk masyarakat umum. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, hanya seniman dan para pemrogram yang menjadi mayoritas di kelas ini.

Florida mengungkapkan bahwa para pekerja yang berada di dalam kelas kreatif mempunyai keuntungan. Mereka lebih mandiri dan fleksibel daripada yang lainnya. Hal ini yang membuat mereka lebih memilih sebagai pekerja lepas, daripada bekerja diatas kontrak. Selain itu mereka lebih menyukai bekerja dengan mengejar tujuan, dibanding di perusahaan. Akan tetapi sistem ini dalam praktiknya belum sempurna.

Ketidaksempurnaan tersebut bisa dilihat dari perusahaan yang lebih memilih mempekerjakan pegawainya secara freelance. Hal ini menguntungkan bagi perusahaan karena cukup menghemat pengeluaran perusahaan tersebut.

Perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya ruang untuk para pegawainya. Adanya kontrak secara freelance akan lebih menghemat biaya, karena karyawan bebas bekerja dimana saja.

Lebih buruknya adalah perusahaan membayar karyawannya dengan gaji yang lebih sedikit untuk hasil yang memuaskan. Alasan perusahaan tersebut adalah bayaran tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Metode seperti ini rawan menimbulkan persaingan antar pegawai di perusahaan.

Hal tersebut membuat masyarakat, terutama pekerja, mengambil sebuah jalan alternatif. Metode alternatif tersebut yaitu menjual kreativitas mereka tidak hanya di pasar, akan tetapi ditumpahkan dalam organisasi ekonomi baru yang mereka bentuk.

Contohnya, Koperasi Engol Kopi di Manchester dan Spanyol. Dalam koperasi ini, para pekerja tidak bersaing dengan yang lainnya, akan tetapi mereka saling bekerja sama. Kreativitas mulai muncul pada saat koperasi ini berhasil membuat produk dengan membagi tugas dengan pekerja lain. Produk tersebut lalu dijual dan keuntungannya dibagi bersama. Hal ini adalah salah satu bentuk kerja pengorganisasian yang inovatif.

 

  1. Kreativitas akan mampu menghargai kehidupan

Apakah kamu mengenal Steve Jobs, Mark Zuckerberg, dan Elon Musk? Meraka adalah orang-orang hebat yang jenius serta kreatif. Mereka mempunyai pola berfikir yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi mereka. Pertama, yaitu lingkungan kelahiran mereka menguntungkan, dibanding dengan orang di lingkungan terpinggirkan. Hal tersebut akan mendorong mereka untuk menjalin komunikasi yang lebih erat dan jaringan sosial lingkungan yang lebih besar. Pada saat mereka mempunyai ide yang berbeda dari kebiasaan, mereka akan disebut dengan orang yang kreatif sehingga mereka lebih dihargai.

Akan tetapi, bagaimana dengan orang yang terpinggirkan, contohnya orang difabel? Mereka mampu bertindak di dalam dunia mereka sendiri, seperti orang normal pada umumnya. Pada saat-saat tertentu tindakan mereka bisa dikategorikan perilaku kreatif.

Akan tetapi, berbeda prespektif yang dimiliki oleh masyarakat. Masyarakat menilai bahwa gangguan pada diri manusia adalah sesuatu yang harus segera diperbaiki. Misalkan orang tuna rungu yang disarankan memakai alat bantu dengar agar mereka bisa bekerja dengan normal.

Hal tersebut menyadarkan kita bahwa sebuah kekurangan dalam diri manusia bukanlah penghalang menuju kehidupan yang normal. Tetapi pengalamanlah yang menentukan perbedaan di masing-masing kehidupan.

Pemikiran ini termasuk pemikiran kreatif, sebab akan memperluas pikiran seseorang. Orang tersebut akan mampu berfikir tentang pengalaman manusia yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut akan melahirkan dan menghargai nilai subjektivitas. Nilai subjektivitas ini yang menjadi jantung dari kreativitas manusia.

 

  1. Kreativitas menjadi jalan alternatif untuk menghemat

Kurang lebih pada tahun 2000, bank menawarkan ide yang inovatif bagi para nasabahnya. Bank memberikan tawaran peminjaman uang bagi nasabah dengan bunga tinggi. Delapan tahun kemudian, sistem tersebut mengalami penurunan.

Penurunan sistem akibat adanya krisis keuangan,  membuat pemerintah harus bersikap lebih skeptis dalam masalah kreativitas global. Akan tetapi, faktanya tidak demikian. Para politisi memutuskan bank tersebut harus mampu membayar hutang besar yang merupakan akar dari krisis keuangan pada saat itu.

Setelah krisis keuangan tersebut berlalu, pemerintahan Inggris dan Amerika memberi modal bagi industri perbankan. Hal ini dirasa perlu untuk mengembalikan ekonomi yang sempat mengalami gangguan.

Akan tetapi, regulasi ini juga membawa dampak negatif, yakni pengeluaran publik yang melonjak naik, sehingga menyebabkan hutang dimana-mana. Sehingga, untuk melunasi hutang tersebut, pemerintah Inggris dan Amerika memotong sebagian besar dana pelayanan publik. Hal ini dilakukan untuk menghemat pengeluaran.

Uraian diatas menunjukkan hubungan antara kreativitas dengan penghematan. Banyak pusat budaya seperti museum, galeri, dan tempat budaya lain yang kurang anggaran. Hal tersebut mendorong mereka untuk beradaptasi dan berlomba-lomba dalam mencari sponsor perusahaan. Hal ini dinilai sebagai solusi kreatif bagi para pembuat kebijakan.

Solusi kreatif lainnya, yakni pada pemangkasan pelayanan sosial di perpustakaan umum. Hal ini menyebabkan terjadinya banyak kekosongan, dan mengharuskan perluasan program pelatihan kerja, fasilitas pelayanan kesehatan mental, dan menyewa ruangan untuk tempat bekerja. Kewajiban ini akan mendorong kemandirian finansial dan kewirausahaan, berbanding terbalik dengan tujuan awal didirikannya perpustakaan.

Selain fasilitas publik, kota yang mengalami krisis ekonomi juga wajib menjadi kreatif. Pemerintah kota akan didorong untuk memberi jasa keringanan pajak bagi masyarakat, akan tetapi tidak bagi pebisnis. Misalnya di tahun 2017, ketika Amazon membuat kota-kota saling bersaing untuk memajukan pusat kota. Hal ini disebarkan ke kota-kota yang miskin, sehingga mereka wajib untuk promosi secara kreatif agar kehidupan ekonomi mereka meningkat.

 

  1. Teknologi memunculkan kreativitas

Tiada hari tanpa situs online. Semua ada di dalam genggaman, karena hanya tinggal ketik dan klik sana-sini. Kemajuan teknologi yang tidak terhindarkan telah membuat dunia semakin dekat. Penggunaan internet sebagai sumber informasi yang mudah diakses, mampu membuka peluang baru yang besar bagi seluruh manusia.

Pada era ini, Silicon Valley merupakan kiblat teknologi dunia. Kreativitasnya yang membuatnya berada di posisi ini. Adanya start-up dan hacker yang ada sejak tahun 70-an, 80-an, dan 90-an sangat berani, karena eksperimen dan kolaborasi antara keduanya sangat berisiko.

Seiring waktu berjalan, start-up menjadi salah satu perusahaan teknologi yang sangat besar dan kuat. Organisasi ini mampu melatih karyawannya dengan bakat yang membuat mereka lebih banyak menghasilkan pundi-pundi uang. Teknologi yang mereka berhasil kembangkan sangat efisien dijadikan sebagai alat peraih keuntungan.

Seperti halnya para programmer yang bekerja di Facebook atau Google. Pekerja tersebut memanfaatkan kreativitas yang mereka miliki untuk membentuk inovasi sistem yang baru, sehingga meningkatkan daya minat masyarakat pengguna. Hal tersebut juga digunakan untuk membuat iklan dan konten yang mampu memikat perhatian dan uang pengguna.

Sistem ekonomi berbagi yang ada adalah salah satu contoh dari adanya kerjasama teknologi yang saat ini masih belum dilakukan. Hal ini dikarenakan pada saat ini, sistem ekonomi yang ada hanya sebatas kolaborasi dan kesamaan atau egaliter. Akan tetapi ada perusahaan yang menghasilkan uang lewat kerjasama teknologi yakni Airbnb dan Uber.

Pada hakikatnya kita mampu memanfaatkan teknologi secara kreatif untuk menghasilkan uang dan cara untuk mengubah dunia. Sayang, semangat kreativitas tersebut saat ini sirna karena pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kepentingan kapitalisme pasar ekonomi.

 

  1. Gerakan Kota Kreatif bisa meningkatkan perekonomian

Tahun 2009, daerah Wynwood, Miami mengalami perubahan. Perubahan lingkungan yang awalnya sepi, tenang, dan nyaman berubah menjadi ramai karena adanya kreativitas spontan.  Kreativitas tersebut dicurahkan dengan mengecat area gudang dengan cat berwarna-warni.

Kreativitas spontan tersebut adalah proyek dipelopori oleh Goldman Properties. Proyek tersebut bertujuan untuk menarik inverstor, bukan untuk mengenalkan budaya baru pada penduduk Wynwood. Hal ini juga digunakan untuk menghidupkan perekonomian kota.

Adanya konsep kota kreatif menjadi kebijakan yang popular di tahun 90-an. Prinsipnya adalah kota yang sulit perekonomiannya bisa berinvestasi melalui progam seni dan budaya sehingga bisa membangunkan perekonomian mereka.

Misalnya Kota Bilbao, Spayol Utara. Pemerintah setempat menggunakan cara ini untuk mendongkrak perekonomian mereka. Pemerintah mendirikan Museum Guggenheim yang langsung menjadi destinasi skala internasional. Sejak saat inilah banyak daerah yang menjadikan Bilbao sebagai kota percontohan.

 

Sisi Negatif Kreativitas

Selain bernilai positif, ternyata ada juga nilai negative / permasalahan yang dihadapi pada metode yang dilakukan diatas, diantaranya:

  1. Perubahan menjadi kota kreatif bisa diterapkan dimana saja sehingga terkesan semua kota terlihat sama saja.
  2. Adanya proyek kota kreatif membuat penduduk sekitar merasa terabaikan, karena adanya pengenalan budaya baru membuat banyaknya penduduk baru yang tertarik kesana.

Kesimpulan:

Konsep kreativitas pada saat ini adalah tentang bagaimana kita memikirkan cara yang efektif dalam era kapitalis sekarang. Adanya kreativitas akan membawa seseorang untuk berinovasi menciptakan produk baru, sehingga dapat menghasilkan uang. Kreativitas juga bisa dijadikan sebagai alat yang membantu kita untuk menggali pengalaman kehidupan orang lain, tanpa harus disertai pemikiran mendapatkan untung. Hal ini akan membuat kita mendapatkan banyak relasi atau kolega.

Apa yang harus dilakukan?

Kita harus mampu berfikiran maju ke depan. Pemikiran seperti itu akan mendorong kita menciptakan sesuatu yang baru lewat kreativitas dan inovasi. Sesuatu tersebut harus mampu memberikan nilai dan manfaat, baik bagi individu maupun kelompok. Proses memupuk diri dengan kreativitas akan mampu mengubah dunia menjadi lebih baik lagi.

BERGABUNG BERSAMA KAMI
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Bergabunglah dengan lebih dari 3.000 orang yang telah menerima email rutin dari kami, dan pelajari cara menulis kreatif di sosial media, artikel blog dan buku. Siapa tahu ini bisa menjadi sumber penghasilan sampingan bahkan utama Anda !
Email Anda aman bersama kami

Leave a Comment