6 Tips Investasi untuk Pemula oleh Tony Robbins dalam Buku Unshakeable

PenulisKreatif.com – Tips Investasi untuk Pemula. orang yang kadang lalai dengan kondisinya saat ini. Apalagi jika ia masih muda dan sudah berpenghasilan, maka ia enggan untuk melakukan bahkan hanya untuk memikirkan sesuatu yang berat dan membebani. Ia lupa bahwa kondisi yang ada akan cepat dan kapan saja bisa berubah 180 derajat. Saat itulah hanya penyesalan yang bisa dilakukan.

Misalnya bagi kamu yang sedang berada di usia 20-an tahun saat ini, mungkin merasa aman dan mudah untuk bermain dengan uangmu, selama kamu bisa memastikan tetap memiliki atap untuk berteduh, bisa mengisi perutmu, dan membayar tagihan-tagihan. Namun, bagaimana jika skenarionya diubah tidak hanya untuk bertahan hidup?

Karena tentunya seiring berjalannya waktu, keinginan yang muncul tentu berubah sesuai kebutuhan, seperti bagaimana cara kamu bisa membeli rumah, menyekolahkan anak-anakmu ke perguruan tinggi, dan menikmati masa pensiun dengan baik. Jadi, bagaimana cara terbaiknya? Mulailah menabung dan berinvestasi. Maka, masa depanmu akan sangat berterima kasih padamu saat ini.

Buku Unshakeable karya Tony Robbins dan Peter Mallouk ini akan memandumu mengelola keuanganmu di pasar keuangan era sekarang. Di dalamnya berisi aturan praktis dan prinsip-prinsip untuk investasi secara cerdas dan meningkatkan kesejahteraan finansialmu.

6 Tips Investasi untuk Pemula oleh Tony Robbins

  1. Lakukan investasi sedini mungkin

Pasar keuangan mungkin terlihat kompleks dan menakutkan, sehingga banyak orang enggan menginvestasikan uangnya.

Tentu, ada beberapa aspek dasar yang perlu kamu ketahui sebelum melakukan investasi. Pertama, untuk menavigasikan pasar, kamu perlu belajar untuk mengenali pola. Melalui pengamatan, kamu akan bisa mengenali pola dan menemukan waktu yang tepat untuk melakukan investasi.

Salah satu pola penting yang berkaitan dengan investasi adalah adanya bunga majemuk. Bunga ini merupakan uang yang akan ditambahkan ke tabunganmu dan seiring waktu akan menambahkan nilai investasimu. Atas dasar adanya bunga majemuk inilah, mengharuskanmu untuk segera melakukan investasi sedini mungkin.

Anggap saja, jika pada umur 19 tahun, kamu menyisihkan uang $3600 dan menginvestasikannya. Maka, menurut pengembalian rata-rata saham AS selama 1 abad terakhir, investasimu akan tumbuh 10% setiap tahunnya. Ini berarti pada usiamu yang ke-35 tahun, angka investasimu akan bernilai $106.782.

Jika kamu memutuskan berinvestasi di usia 27 tahun, maka pada usia 35 tahun, nilai investasimu $53.775. Itu hampir persis setengah dari yang kamu dapatkan jika memulai 8 tahun sebelumnya. Sehingga, jelas ada baiknya jika kamu mulak berinvestasi sekarang juga.‌

 

  1. Pasar tidak dapat diprediksi. Fokus pada cara agar uangmu tidak hilang, bukan pada keuntungan

Selain segera memulai investasi sejak dini, hal lain yang penting adalah mengenali bagaimana berinvestasi yang baik. Caranya adalah dengan fokus agar tidak kehilangan uang, daripada tentang bagaimana mendapatkan keuntungannya.

Tentu tidak ada orang yang ingin mengalami kerugian. Namun dalam berinvestasi, kamu harus siap dengan segala resiko dan kemungkinan.

Hal yang harus kamu ketahui bahwa mengembalikan uang hilang bukanlah sesuatu yang mudah. Misalkan, kamu berinvestasi $1000. Suatu saat, kamu mengalami kerugian 50% dan sisa uangmu adalah $500. Ketika kamu ingin mengembalikan uangmu kembali ke normal, yang kamu lakukan bukanlah mengembalikan 50% nya, namun 100% dari sisanya. Karena, jika kamu hanya mengembalikan 50% dari sisanya, uangmu hanya akan ada $750. Lebih susah mengembalikan bukan?

Inilah sebabnya, kamu harus memilih opsi investasi yang aman dengan kerugian terbatas.

Pedoman lain untuk menghindari kerugian adalah dengan mengingat bahwa tidak ada orang yang bisa memprediksi pasar uang. Para ahli sekalipun. Mustahil bagi mereka mengetahui gejolak pasar, karena banyak sekali aspek yang berpengaruh di dalamnya.

Inilah sebabnya, selain menghindari kerugian, penting juga untuk melakukan investasi yang kuat untuk menghadapi gejolak pasar yang tidak terduga.

tips investasi untuk pemula 1

 

  1. Resiko-imbalan asimetris

Saat berinvestasi, kamu harus fokus untuk tidak kehilangan uang. Cara baik untuk melakukannya adalah dengan menerapkan resiko atau imbalan asimetris. Carilah investasi dengan resiko rendah, namun menawarkan imbalan yang relatif tinggi. Inilah yang dicari oleh banyak investor yang telah paham baik tentang investasi.

Contohnya seorang trader senior, Paul Tudor Jones, menggunakan aturan 5 : 1 untuk membuat keputusan investasinya. Jadi, dia berinvestasi untuk sesuatu yang dia harapkan mendapatkan imbalan 5x lipat dari uang yang dia masukkan di awal.

Misalkan, Jones melakukan 5 investasi dengan besaran $1000. Dia hanya membutuhkan 1 investasi untuk bergerak sesuai harapannya, untuk menghasilkan uang agar kembali ke uang awalnya. Namun, jika dia bisa tepat memprediksi 3 dari 5 investasinya, maka dia justru akan mendapatkan $15.000 dan hanya merugi $2000 saja.

Jadi, yang dilakukan Jones tersebut adalah menerapkan prinsip bahwa pasar tidak dapat diprediksi dan mendapatkan imbalan tinggi dengan mengambil resiko rendah.

Cara lain untuk meningkatkan peluang imbalan adalah dengan berinvestasi pada aset yang dinilai terlalu rendah, terutama setelah pasar mengalami penurunan dan memunculkan sikap pesimistis orang-orang.

Seperti misalnya pada krisis keuangan 2008, pasar berada pada kondisi buruk. Itulah saat yang tepat untuk berinvestasi di banyak aset andalan yang nilainya turun. Contohnya adalah perusahaan perbankan Citigroup yang pada Maret 2009, sahamnya turun dari $57 menjadi 97 sen per saham. Namun, hanya dalam waktu 5 bulan, harganya naik kembali menjadi $5. Meningkat 500 persen!

 

  1. Seorang investor yang cerdas harus memiliki pengetahuan tentang pajak

Hal berikutnya yang harus diketahui seorang investor adalah tentang pajak, karena pajak dapat menghabiskan sebagian besar dari penghasilanmu.

Misalkan mengenai pajak atas keuntungan modal jangka panjang dan jangka pendek. Kedua pajak ini dibebankan pada pendapatan yang diperoleh dari investasi berumur kurang dari 1 tahun atau lebih dari 1 tahun. Dan ini bervariasi untuk tiap negara. Jadi, ketahuilah berapa besaran pajak di negaramu dan cari tahu apakah dengan menguangkan investasi sebelum 1 tahun dapat menghemat uangmu.

Kamu dapat juga belajar mengenai reksadana, sejenis sarana investasi yang terdiri atas saham, obligasi, dan aset lainnya, yang menggabungkan investasi dari banyak investor. Dalam reksadana, pajak keuntungan jangka pendek dikenakan pada semua investor yang dianggap sebagai pemilik.

Kamu juga harus mengetahui tentang jumlah bersih dan jumlah kotor pada pengembalianmu. Jumlah bersih menunjukkan penghasilan setelah dipotong pajak dan biaya layanan, sedangkan jumlah kotor sebelum dilakukan pemotongan. Sehingga, sangatlah penting untuk memilih pilihan investasi pada sesuatu yang membutuhkan biaya investasi dan pajak paling sedikit. Dan ini akan mengarahkanmu pada reksadana indeks dibandingkan reksadana.

Reksadana indeks tidak memiliki manajer investasi, sehingga tidak ada biaya layanan yang mahal. Mereka terdiri dari saham dari indeks seeprti S&P 500, yang mencakup perusahaan besar seperti Apple dan Microsoft. Saham-saham ini hanya diperdagangkan untuk mencerminkan perubahan komposisi S&P 500, sehingga artinya saham tersebut disimpan lebih lama, sehingga memungkinkanmu menghindari pajak jangka pendek yang lebih tinggi dibanding keuntungan.

Jadi, pahami dengan baik biaya dan pajak yang akan kamu hadapi untuk membuat keputusan investasi yang tepat.‌

 

  1. Diversifikasikan portofoliomu untuk menghindari kerugian besar akibat perubahan tren dan kerusakan pasar

Prinsip berikutnya adalah diversifikasi. Ini adalah cara yang handal dan tradisional untuk melindungi investasimu. Intinya, prinsip investasi bahwa jangan meletakkan seluruh telurmu dalam satu keranjang. Misalkan, jangan menaruh seluruh uangmu dalam 1 aset, contoh real estate. Seeprti tahun 2008, aset tersebut bisa saja runtuh dan lenyap dalam seketika.

Lakukan diversifikasi portofoliomu dengan 4 cara, yaitu :

  1. Investasikan uangmu pada berbagai macam kelas aset. Ini termasuk saham perusahaan, perumahan, obligasi, yang memungkinkanmu berinvestasi pada pinjaman berbunga kedua belah pihak.
  2. Investasikan uangmu dalam 1 kelas aset. Ini juga menjadi hal yang baik dilakukan. Jadi, misalkan hanya berinvestasi di Microsoft, kamu bisa juga membeli saham Apple dan Hewlett-Packard untuk berjaga-jaga jika Microsoft mengalami krisis.
  3. Investasikan uangmu pada berbagai negara, pasar, dan mata uang yang berbeda. Ingatlah bahwa pasar keuangan bersifat global, sehingga kamu bebas untuk melampaui batas negaramu sendiri.
  4. Diversifikasikan portofoliomu dari waktu ke waktu. Ini berarti kamu harus selalu menambahkan modal dalam portofoliomu, bisa setiap bulan atau setiap tahun. Karena pasar berfluktuasi, kamu bisa meningkatkan peluangmu untuk mengikuti tren baru dengan menambah aset secara teratur.

 

6. Jangan mengikuti naluri saat berinvestasi

Otak manusia kana menghalangi kemampuan dalam menghasilkan keputusan yang rasional. Secara naluriah, menghadapi kehilangan uang sama artinya dengan menghadapi sesuatu yang mengancam jiwa.

Cara nenek moyang menghadapi harimau yang bertaring panjang adalah cara yang sama dengan reaksi otak menghadapi ambruknya pasar saham dan kamu akan segera mengambil seluruh uangmu saat itu juga. Jadi, responnya adalah mundur dan segera melarikan diri.

Padahal, respon tersebut adalah reaksi yang tidak menguntungkan di pasar keuangan. Seringkali respon terbaik adalah berinvestasi lebih banyak jika suatu harga saham anjlok. Ingat, ketika saham undervalued, itu akan rebound pada beberapa waktu setelahnya. Itulah sebabnya penting untuk disiplin pada aturan dan memiliki daftar periksa.

Sebelum kamu melakukan kesalahan dengan membuat keputusan secara reaksioner, kamu harus kembali meneliti pada daftar periksa dan dengan demikian keputusanmu akan rasional.

Daftar periksa yang baik adalah cara untuk melindungi dirimu sendiri. Dengan itu kamu akan lebih disiplin dan dapat diandalkan. Seperti pada cerita di sub bab sebelumnya, Paul Tudor Jones yang memiliki aturan 5 : 1. Dia akan disiplin terhadap aturan itu. Dia tidak akan melakukan investasi jika pengembaliannya 4 : 1.

Jadi, sekarang tunggu apa lagi? Berhentilah menunda-nunda dan mulai berinvestasi!

Kesimpulan :

Kesuksesan dan keamanan finansial ada di genggamanmu, tidak peduli apa pekerjaan dan berapa gajimu. Gunakan pengetahuan dan rencana yang tepat, lalu dengan sedikit pengalaman dan kecerdasan akan membuatmu mampu melakukan investasi yang baik dan menguntungkan.

 

Apa yang bisa dilakukan?

Pelajari kembali terkait biaya investasi dan bersiaplah untuk memulai!

BERGABUNG BERSAMA KAMI
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Bergabunglah dengan lebih dari 3.000 orang yang telah menerima email rutin dari kami, dan pelajari cara menulis kreatif di sosial media, artikel blog dan buku. Siapa tahu ini bisa menjadi sumber penghasilan sampingan bahkan utama Anda !
Email Anda aman bersama kami

Leave a Comment