Tips Mendapatkan Jawaban Jujur dari Setiap Orang yang Penting untuk Dipelajari

PenulisKreatif.com – Tips Mendapatkan Jawaban Jujur dari Setiap Orang. Pernah kan kamu menjadi seorang interrogator untuk anak, kelurga atau anak didik untuk mendapatkan jawaban yang jujur dari mereka ? Pasti tidak mudah untuk melakukannya, apalagi jika mereka hanya diam, tanpa memberikan jawaban. Ya, apa yang diharapkan tidak bisa didapatkan, padahal kamu sangat memerlukan jawaban itu.

Harus diakui bahwa semua orang membutuhkan teknik menjadi seorang interogator yang handal, tidak hanya bagi seorang CIA di Amerika, tapi para orang tua yang memiliki anak remaja pun pasti mengetahui betapa sulitnya meminta kejujuran dari anaknya ketika mereka tidak mau menjawab apapun.

Tentu akan menarik jika ada tehnik untuk mempelajarinya yang ditulis dalam sebuah buku, sebagaimana yang ada dalam buku Find Out Anything From Anyone, Anytime karya James O. Pyle dan Maryann Karinch. Buku ini akan berisi panduan untuk memberikan pertanyaan yang memunculkan jawaban yang kamu cari. Kamu akan mempelajari trik dan tips untuk mengetahui apapun yang ingin kamu ketahui dari siapapun.

Tips Mendapatkan Jawaban Jujur dari Setiap Orang menurut James O. Pyle dan Maryann Karinch

  1. Mulailah pertanyaanmu dengan W-Words

Kamu bisa mendorong orang lain untuk menjawab pertanyaanmu dengan jawaban yang lengkap dan mencerahkan. Caranya adalah gunakan W-Words dalam pertanyaanmu, yaitu who atau siapa, what atau apa, where atau dimana, when atau kapan, who atau bagaimana, dan why atau mengapa. Kata ini sangat baik digunakan karena tidak terlihat begitu konfrontatif.

Pertanyaan yang diawali dengan W-Words memungkinan jawaban yang tidak hanya akan berhenti di ya atau tidak. Simaklah percakapan di bawah ini :

Jennie : Kemana kamu tadi malam pergi?‌‌ Lala : Ke Bioskop. ‌‌Jennie : Tapi, kamu benci bioskop kan?‌‌ Lala : Tidak. ‌‌Jennie : Kenapa kamu pergi?‌‌ Lala : Saya berkencan dengan Bob. Tetapi hari hujan, jadi kami memutuskan untuk pergi ke bioskop.

Perhatikan, bahwa pertanyaan Jennie yang tidak diawali dengan W-Words sangat dengan mudah dijawab dengan ya atau tidak oleh Lala. Sedangkan, pertanyaan Jennie dengan W-Words mendapatkan tanggapan yang lebih lengkap, bahkan Jennie mendapatkan informasi bahwa Lala sedang berkencan dengan Bob.

  1. Jenis pertanyaan buruk yang harus dihindari

Terdapat 4 jenis pertanyaan buruk yang harus dihindari untuk mencari jawaban dari seseorang. Jenis pertama telah kamu pelajari di sub bab 1, yaitu tentang pertanyaan yang terlalu mengarah atau konfrontatif. Pertanyaan jenis itu terlihat “mengambil alih” dan tidak efektif.

BACA JUGA   6 Tips Investasi untuk Pemula oleh Tony Robbins dalam Buku Unshakeable

Pertanyaan berikutnya yang buruk adalah jenis pertanyaan yang kabur atau tidak jelas. Pertanyaan jenis ini seringkali kurang fokus atau terlalu luas untuk dijawab oleh responden. Misalnya : Apa pendapatmu tentang dunia modern?

Pertanyaan buruk ketiga adalah jenis pertanyaan negatif. Ini menjadi pertanyaan buruk jika kamu memasukkan banyak hal-hal negatif di dalamnya. Responden akan mengalami kesulitan jika harus menjawab jenis pertanyaan tersebut. Lebih singkatnya, hindari pertanyaan dengan bahasa yang rumit. Misalkan : Apakah saya tidak salah berasumsi jika Anda tidak menikmati film ini?

Jenis pertanyaan buruk berikutnya adalah pertanyaan majemuk. Pertanyaan ini terdiri lebih dari satu pertanyaan yang disamarkan menjadi satu. Seringkali dijumpai dalam pertanyaan wartawan dalam beberapa konferensi pers. Misalkan : Siapa yang telah Anda berikan rahasia negara dan haruskan publik khawatir tentang hal ini?

Pertanyaan majemuk seringkali mendapat jawaban yang tidak komplit. Responden yang telah sibuk menjawab pertanyaan pertama biasanya akan lupa untuk menjawab pertanyaan kedua. Pewawancara sebaiknya mengajukan 1 pertanyaan saja yang lebih mudah diingat responden.

 

  1. Gunakan kata “apa lagi?” untuk mendapat jawaban yang lebih lengkap

Kata “apa lagi?” menjadi sebuah kata yang harus kamu gunakan untuk menghasilkan jawaban yang informatif. Kata ini sering digunakan dalam penyelesaian masalah di beberapa profesi.

Misalkan, terjadi percakapan antara kamu dengan bagian IT, ketika komputermu tidak dapat digunakan untuk mengubah ukuran gambar.‌‌Kamu : Apa masalahnya?‌‌Teknisi : Tidak bisa mengubah ukuran gambar.‌‌Kamu : Apa lagi?‌‌Teknisi : Tidak bisa menyimpan gambar.‌‌Kamu : Apa lagi?‌‌Teknisi : Perangkat lunaknya mogok.‌‌Kamu : Apa lagi?‌‌Teknisi : Tidak ada.

Dari percakapan tersebut kamu mengetahui bahwa sebenarnya yang mengalami kerusakan adalah perangkat lunak pengedit gambar itu sendiri. Jadi, mereka berdua dapat menyelesaikan permasalahan dengan kata “apa lagi‌

 

  1. Bingkai ulang dan ulangi pertanyaan untuk mendapatkan jawaban yang lebih pasti

Cara terbaik untuk mendapatkan jawaban yang paling lengkap adalah dengan menggali pertanyaan lebih dalam. Bingkai ulang pertanyaanmu dengan pertanyaan baru yang bermaksud lebih menegaskan.

Misalkan kamu sedang mewawancarai seorang manajer sepak bola.‌‌Kamu : Berapa banyak pemain yang akan bertanding di Piala Dunia melawan Brasil?‌‌Narasumber : 11 pemain.‌‌Jawaban tersebut bukanlah jawaban lengkap yang kamu butuhkan. Sehingga, kamu bisa membingkai ulang pertanyaanmu dengan lebih mendalam.‌‌Kamu : Berapa banyak kamar hotel yang telah dipesan?‌‌Narasumber : 23 untuk squad dan 10 untuk tim manajemen.

Perhatikan bahwa jawaban yang kamu peroleh untuk pertanyaan pertama dan kedua memiliki perbedaan. Jawaban pertama menunjukkan angka yang berbeda antara tim di lapangan dan keseluruhan di turnamen. Sehingga, jawaban kedua melengkapi jawaban pertama.

BACA JUGA   7 Teknik Keterampilan Berbicara. Apa Saja yang Harus Dilakukan ?

Trik ini juga bisa kamu gunakan untuk memperoleh jawaban yang lebih jujur. Misalkan ketika kamu bertanya pada sebuah acara produk inovasi di sebuah stand.‌‌Kamu : Jadi kapan produk ini siap untuk rilis?‌‌Peserta : Dalam 3 bulan akan siap untuk rilis.‌‌Kamu : Jadi, nanti di Bulan Juni bisa ya kita siapkan stan untuk peluncuran produkmu?‌‌Peserta : Kemungkinan kita tidak akan keluar dari pengujian beta di Bulan Juni, kami masih menunggu konfirmasi paten.    ‌

 

  1. Pertimbangkan motif dan sudut pandang responden

Percakapan adalah pertukaran 2 arah. Untuk memperoleh hasil maksimal dari seseorang, kamu perlu menempatkan diri di posisinya. Tentukan, apakah responden mengalami kehilangan atau sebuah pencapaian. Mereka akan memiliki motif yang berbeda untuk mau menjawab atau menolak pertanyaan tertentu.

Misalkan dalam suatu perang, kawanan musuh yang tertangkap mungkin telah mendapatkan pelatihan untuk menolak menjawab pertanyaan atas musuhnya. Karena mereka tahu, itu mungkin akan membahayakan teman atau keluarganya.

Sedangkan dalam sisi lain, seorang pasien mungkin akan dengan semangat mendiskusikan sakit yang mereka rasakan. Mereka termotivasi untuk mengungkapkan semuanya demi membagi perasaan penderitaan yang mereka rasakan sendiri.

Perhatikan juga kepribadian respondenmu. Beberapa orang tertutup, namun yang lain terbuka dan banyak bicara. Bahkan, ada yang percaya diri mengeluarkan pendapatnya seolah-olah itu adalah fakta. Biasanya orang-orang jenis ini memiliki kepribadian diktator. Di dalam kategori ini, banyak sekali ditempati oleh politisi. Mereka seringkali menyajikan pendapat mereka seolah-olah itu adalah fakta yang jelas. Jadi, terserah kamu mau percaya atau tidak.

Jenis kepribadian lain adalah mereka yang sering menghindari pertanyaan dan tidak suka diinterogasi. Mereka bisa jadi dibesarkan oleh orang tua yang sangat tegas dan memiliki pandangan yang berbeda dengannya. Umumnya, orang berkepribadian ini memiliki banyak hal yang disembunyikan. Mereka menganggap semua jenis pertanyaan itu mengganggu. ‌

 

  1. Profesi mempengaruhi jenis pertanyaan yang diajukan

Seseorang akan memiliki berbagai alasan juga untuk mengajukan pertanyaan. Dan biasanya, jenis pertanyaan yang terlontar dapat memberi tahu profesi seorang pewawancara.

Misalkan seorang guru akan memberikan pertanyaan tajam yang membuat siswanya berpikir. Ajukan pertanyaan yang mendorong siswa menemukan fakta.

Terdapat 2 jenis guru disini, guru terampil dan kurang terampil. Guru yang kurang terampil akan banyak mengajukan pertanyaan umum, misalkan :‌‌Berapa banyak orang yang tinggal di dekat Pantai California?‌‌Mengapa tinggal di Calfornia berbahaya?‌‌Apa pekerjaan para orang yang tinggal di California?

Namun, seorang guru yang terampil akan cukup memberikan 1 pertanyaan, yaitu :‌‌Apa sepuluh ancaman terbesar terhadap mata pencaharian penduduk di wilayah Pantai California?

BACA JUGA   Biografi Albert Einstein. 8 Hal Ini Sangat Menginspirasi

Untuk menjawab pertanyaan kedua, siswa perlu mengetahui semua informasi yang berkaitan dibandingkan dengan 3 pertanyaan di pertanyaan guru yang kurang terampil. Pertanyaan kedua juga memungkinkan siswa terlibat dalam jawaban mereka sendiri karena mereka harus memberikan tanggapan.

Profesi lain yang perlu dipertimbangkan adalah tenaga medis. Kamu bisa mengambil contoh pada 2 hotline medis berbeda, yaitu pada bagian umum dan saluran 911.

Jika kamu menelepon resepsionis atau bagian umum, kamu akan ditanyai dengan daftar pertanyaan medis standar yang telah disesuaikan dengan prosedur. Sehingga, perawat dapat dengan cepat memberikan diagnosis sesuai daftar pertanyaan. Jika perawat menemukan kamu tidak berdarah, tidak mengalami masalah pernapasan, dan rasa sakit bersifat sporadis, maka kemungkinan kamu tersebut tidak dianggap memiliki penyakit mendesak. Sedangkan jika kamu menelepon 911 dan hampir tidak dapat mengatakan apapun, mereka tidak akan memberikan pertanyaan apapun dan akan langsung mengirim ambulans.

 

  1. Fokus pada peristiwa tepat waktu untuk menjadi reporter yang baik

Saat sebuah berita besar datang, kamu akan melihat bahwa banyak reporter meliput acara secara langsung dan fokus pada apa yang terjadi secara real time, daripada berspekulasi tentang motivasi atau penyebabnya. Alasannya adalah karena mereka dilatih untuk bertanya dengan “apa” dan “dimana”, dibandingkan “mengapa”.

Contohnya adalah pada saat menara kembar runtuh, berita berfokus pada pesawat yang menabrak pada pukul 08.45 dan 09.03. Kemudian diikuti berita penutupan jembatan di Pelabuhan pada pukul 09.21, dan Presiden Bush yang melakukan konferensi pers di Florida pukul 09.30, disusul dengan rekaman pesawat lain yang jatuh dan layanan darurat medis. Kemudian, tidak sampai beberapa jam, munculah wartawan pertama kali dengan pemberitaan seputar Al-Qaeda dan berspekulasi tentang motif teroris.

Selain apa, dimana, dan mengapa, penting menggunakan pertanyaan “apa lagi?” di dalam kasus ini dapat mengungkap keseluruhan cerita.

Misalkan, jika kamu hanya menyaksikan 1 menara runtuh, kamh mungkin berpikir itu kecelakaan. Jika menyaksikan keruntuhan menara lainnya, kamu akan berpikir itu kesengajaan. Jika kamu mengambil inisiatif untuk bertanya “apa lagi?”, dan mendapatkan informasi tentang pentagon, mungkin kamu akan memperoleh informasi yang lebih lengkap tentang peristiwa ini. Dan jika kamu bertanya “apa lagi?”, kamu akan melihat serangan-serangan serupa sebelum 9/11 dan secara bertahap kamu akan dapat menggabungkan cerita bahwa ini adalah ulah Al-Qaeda.

Kesimpulan :

Ketika kamu sedang menggali informasi, baik itu formal maupun non formal, gunakan W-Words dan pertanyaan “apa lagi?” untuk memperoleh jawaban yang lebih lengkap dan menyeluruh. Bingkai ulang pertanyaan juga penting untuk mengumpulkan informasi tambahan.

Apa yang perlu dilakukan :

Buatlah daftar pertanyaan agar tidak lupa pertanyaan apa saja yang ingin kamu tanyakan.

BERGABUNG BERSAMA KAMI
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Bergabunglah dengan lebih dari 3.000 orang yang telah menerima email rutin dari kami, dan pelajari cara menulis kreatif di sosial media, artikel blog dan buku. Siapa tahu ini bisa menjadi sumber penghasilan sampingan bahkan utama Anda !
Email Anda aman bersama kami

Leave a Comment