15 Kаrаktеrіѕtіk Ekonomi Dіgіtаl. Apa Sajakah ?

PenulisKreatif.com15 Kаrаktеrіѕtіk Ekonomi Dіgіtаl. Ekonomi digital merupakan interaksi antara perkembangan inovasi dan kemajuan teknologi informasi pada ekonomi mikro maupun makro pada sektor barang, jasa, produksi hingga penjualan. Zaman modern ini teknologi sudah berkembang pesat seiring dengan perkembangan kecerdasan sumberdaya manusia yang menjadi kebutuhan setiap saat bagi semua orang.

Terdapat 3 komponen utama dalam konsep ekonomi digital antara lain yaitu infrastruktur bisnis elektronik (bisnis online) yang menggunakan perangkat keras, perangkat lunak, telekomunikasi, jaringan, modal manusia, intelegensi dan masih banyak lagi, e-bisnis menggunakan mediator komputer untuk melakukan transaksi, dan e-commerce yang melakukan penjualan barang secara online di suatu platform digital.

Ekonomi digital ini berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan ditandai oleh 5 faktor yaitu pekerjaan yang berdasarkan pengetahuan, globalisasi, ekonomi dinamis, transfomasi digital ekonomi dan kapasitas teknologi. Nilai dasar yang akan menjadi landasan dalam perkembangan ekonomi digital ini adalah penciptaan nilai, produk yang dihasilkan berupa efisiensi saluran distribusi, dan strukturnya dapat berupa layanan personal sesuai keinginan.

Ekonomi digital sendiri sudah mulai merambah pada sektor ekonomi di Indonesia. Terdapat 8 jenis teknologi yang dapat mendorong berkembangnya eknomi digital di Indonesia antara lain yaitu  Advance Robotics, kecerdasan buatan (artificial intelligence), Internet of Thing (IoT), Big Data Analiytic, Digital Paymen System, dan Interoperabilitas.

Ekonomi digital ini memiliki tujuan untuk memberikan kemakmuran bagi produsen dan konsumen dalam melakukan transaksi digital.  Menurut Don Tapscot terdapat 12 karakteristik pada ekonomi digital yang yang harus diketahui dan dipahami oleh para praktisi manajemen. 3 karakter lainnya adalah pengaruh yang disebabkan oleh 12 karakter sebelumnya.

Ini 15 Kаrаktеrіѕtіk Ekonomi Dіgіtаl

1. Knowledge

Pengetahuan sumber daya manusia merupakan salah satu aset terpenting dalam keberlangsungan suatu instansi atau perusahaan. Pengetahuan akan inovasi-inovasi terbaru yang unggul untuk menciptakan teknologi-teknologi yang kompetitif.

Tingkat intellegensi manusia merupakan salah satu penentu kesuksesan suatu organisasi dalam mencapai obyektifitasnya. Kecerdasan buatan (artificial intelligence) pada dasarnya akan membantu sebuah manajemen dan kegiatan produksi di suatu perusahaan dalam peningkatan teknologi yang diciptakan agar kegiatan dapat berjalan dengan maksimal dan membutuhkan waktu yang lebih singkat.

Salah satu contoh teknologi buatan manusia adalah perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) yang akan menunjang pengambilan keputusan agar lebih tepat. Seiring perkembangan zaman dan teknologi ini maka juga akan meningkat pula intelektualitas sumberdaya manusia dalam menciptakan suatu teknologi yang memiliki manfaat banyak bagi banyak orang.

Banyak lembaga penelitian yang mendukung penelitian-penelitian untuk mengembangkan teknologi rekayasa dalam berbagai bidang industri di dunia. Lembaga – lembaga tersebut akan menjadi wadah bagi peneliti dalam mengembangkan suatu ide ke dalam bentuk teknologi yang dihasilkan. Gagasan-gagasan tersebut nantinya akan menjadi sebuah teknologi besar yang memiliki pengaruh di segala bidang.

2. Digitization

Teknologi digital yang bermanfaat dalam proses jual beli, baik sebagai customer digital yang menggunakan digital device untuk melakukan transaksi maupun sebagai penjual. Penjual digital pada bab ini yaitu perusahaan yang menjual barang dan jasa menggunakan teknologi digital (digital enterprises).

Digitization ini merupakan suatu proses transformasi informasi dari berbagai bentuk menjadi format digit “0” dan “1” atau biasa disebut dengan bilangan biner, dimana keberadaannya telah mampu menghasilkan terobosan dan dampak perubahan yang besar dalam dunia transaksi bisnis yang ditransformasikan dalam bentuk digital.

Digitization ini akan memudahkan peyimpanan secara efektif dan efisien ke dalam bentuk yang lebih padat dan sampai sekarang sudah dapat untuk menampung data hanya cukup dengan icloud saja. Penggunaan digitization ini akan meningkatkan efisiensi perusahaan karena dapat mengurangi biaya-biaya terkait dengan proses pembuatan, penyimpanan hingga pertukaran media tersebut.

Kemajuan teknologi ini akan memungkinkan kegiatan bertukar informasi secara cepat hanya melalui email dari satu wilayah ke wilayah lain, dengan demikian juga akan memudahkan proses pengiriman dan pertukaran informasi yang dapat di digitasi. Produk dan jasa dapat dipresentasikan dalam bentuk digital dan perusahaan dengan mudah menawarkan produk dan jasanya.

3. Virtualization

Virtualisasi dalam ekomoni digital ini dapat digunakan untuk memulai bisnis online hanya dengan menggunakan perangkat yang dapat menjangkau calon costumer secara virtual. Virtualisasi yang diterapkan ekonomi digital ini akan memudahkan produser dan consumer bertukar informasi secara virtual, baik dalam kegiatan pemesanan barang maupun saat transaksi.

Barang dan jasa dapat digambarkan secara virtual agar para calon customer dapat melihatnya dengan jelas. Virtualization dalam hal ini menjadi sangat penting karena akan menjadi salah satu syarat keberhasilan transaksi antara penjual dan pembeli. Intelektual menjadi modal utama yang dapat mengkonversikan suatu barang fisik menjadi barang virtual sesuai dengan kebutuhan.

Bisnis di era ekonomi digital tentunya dapat dilakuan dimana saja selama 24 jam secara online dan real time dengan syarat koneksi jaringan internet yang baik dan stabil.

4. Molecularization

Terdapat beberapa perubahan di era economy digital mulai dari organisasi trandisional yang semula heavy organization kini berubah menjadi light organization dengan bentuk yang lebih fleksibel, organisai multidivisional yang semula M-form organization kini berubah menjadi E-form organization/ ecosystem form organization dengan bentuk yang lebih mudah dalam adaptasi dengan lingkungan.

Perilaku perusahaan-perusahaan tentunya juga akan mempengaruhi struktur pasar dan industri yang kondisinya seringkali dapat berubah. Perubahan-perubahan tersebut akan menjadi manifestasi dan persaingan bebas bagi perusahaan-perusaan tersebut sehingga timbulah rivalitas dalam memenangkan pasar. Perusahaan yang menyediakan banyak keuntungan bagi customer tentunya akan menjadi perusahaan unggulan dibandingkan dengan perusahaan yang sejenis.

5. Internetworking

Jaringan internet merupakan salah satu sarana utama dalam melakukan ekonomi digital. Jaringan internet ini akan membangun interkoneksi dalam membentuk sebuah jaringan ekonomi. Internetworking penting dalam kegiatan transaksi bisnis baik secara online maupun offline.

Kestabilan dan kekuatan internetworking dalam dunia bisnis akan menunjang keberhasilan suatu kegiatan bisnis, misalnya client yang akan kerjasama adalah vendor teknologi, maka tentu saja perusahaan yang mengambil vendor tersebut juga harus memiliki kemajuan dalam teknologi internetworking.

Kemajuan teknologi tersebut juga akan menjadi salah satu factor berhasilnya kesepakatan bisnis di era ekonomi digital ini. Pelaku bisnis yang menerapkan system yang dinamis dalam hal ini tidak akan dibatasi oleh ruang dan waktu selama dapat terkoneksi dengan jaringan internet.

Internetworking merupakan gabungan dari beberapa jaringan internet satu dengan jaringan internet yang lainnya dengan tujuan untuk membuat jaringan menjadi lebih besar. Internetworking ini memiliki peran yang besar terhadap suksesnya kegiatan di era ekonomi digital.

Suatu perusahaan atau isntansi yang memiliki internetworking yang memadai tentunya akan lebih unggul dibandingkan dengan perusahaan lain yang internetworkingnya tidak memadai. Internetworking sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk menawarkan produk dan melayani pembelian customer karena membutuhkan rangkaian jaringan yang lengkap dan mendukung segala kegiatan perekonomian di era ekonomi digital.

6. Disintermediation

Sebelum datangnya ekonomi digital, perantara/mediator saat kegiatan transaksi antara pemasok dan pelanggan, misalnya mediator dalam aktivitas ekonomi antara lain yaitu wholesalers, retailers, broadcasters, recor companies dan masih banyak lagi. Seiring perkembangan penggunaan ekonomi digital yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan modern ini, para mediator tersebut sudah tidak digunakan lagi.

Perekonomian digital ini akan mempermudah transaksi, dimana sudah tidak perlu adanya perantara dalam transaksi cukup dilakukan secara langsung peer-to-peer. Semakin majunya teknologi ini membuat mediator yang sebelumnya dibutuhkan dalam kegiatan transaksi menjadi pengangguran dan akan menambah jumlahnya.

Sebelum ekonomi digital hadir tentunnya suatu perusahaan akan memiliki jumlah karyawan yang banyak, namun sekarang akan mengurangi jumlah karyawan karena pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya dilakukan sudah dikerjakan menggunakan teknologi, salah satunya yaitu mediator atau perantara transaksi.

7. Convergence

Pembentukan multimedia interaktif yang dilakukan dengan komunikasi bersama-sama untuk membentuk suatu platform yang menjadi wadah untuk kegiatan perekonomian digital. Tingkat kemampuan dan kualitas perusahaan dalam mengonversikan 3 sektor industry (computing, communication and content) menjadi salah satu kuni sukses perusahaan dalam menjalankan bisnis online di era ekonomi digital.

Komputer mejadi salah satu sarana yang digunakan dalam mongolah data dan informasi yang dibutuhkan saat transaksi bisnis. Komunikasi adalah salah satu syarat agar ekonomi digital dapat berjalan dengan lancar. Teknologi komunikasi dan informasi disini akan bertindak sebagai pipa penyaluran data dan informasi ke segala lokasi. Industri konten saat ini menjadi kunci dan persaingan utama dalam menawarkan produk secara online. Semakin unik dan menarik sebuah konten yang menawarkan produk maka akan lebih memikat pelanggan untuk membeli produk tersebut.

8. Innovation

Keunggulan kompetitif (competitive advantage) akan menjadi sulit dipertahankan, mengingat banyaknya oknum yang dengan mudah menjiplak suatu produk. Kunci utama untuk dapat selalu mempertahankan produk agar selalu menjadi ciri khas adalah inovasi. Innovation economy akan terbentuk dari imajinasi dan kreativitas manusia yang semakin menarik dengan menciptakan gagasan dalam teknologinya.

Inovasi produk dan teknologi menjadi suatu hal yang wajib dimiliki suatu perusahaan untuk dapat selalu mempertahankan kesuksesan dalam melakukan bisnis di era ekonomi digital ini. Inovasi-inovasi teknologi di era ekonomi digital ini dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan masyarakat misalnya di bidang kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang dapat digunakan dalam mempromosikan berbagai wisata menggunakan digital platform, model bisnis pada sektor pertanian dengan menerapkan teknologi robotik yang dapat membantu proses budidaya dan digital transaksi untuk menjual hasil pertanian yang diperoleh.

Inovasi-inovasi yang kreatif ini tentunya akan lebih menarik perhatian kalangan luas untuk menerapkannya dikehidupan sehari hari. Perusahaan-perusahaan akan semakin meningkatan teknologi tersebut agar dapat bersaing dengan perusahaan sejenis dalam menjual produk dan jasanya.

9. Prosumption

Era ekonomi digital modern ini menjadikan produsen dan konsumen menjadi kabur, dimana setiap konsumen juga dapat menjadi produsen (mass customization). Hampir semua konsumen dari teknologi informasi saat ini dengan mudah dapat juga bertindak sebagai produsen, contohnya adalah seseorang dapat menjual suatu produk dari internet yang nantinya akan dijual secara eceran kepada orang lain secara online pula.

Dengan waktu yang sesingkat itu, seseorang dapat menjadi prosumer dan memperoleh keuntungan dari kegiatan tersebut. Ekonomi digital ini memberikan banyak kemudahan bagi sesorang dalam mendapatkan uang hanya dengan menggunakan perangkat dan jaringan internet untuk menjual banyak produk yang didapatkan dari internet untuk dijual kembali melalui online pula. 

10. Immediacy

Kecepatan proses (digital technology) akan berpengaruh pada cepat dan lambatnya proses produksi dan pengiriman, hal tersebut menjadikan konsumen akan memilih perusahaan yang akan memberikan banyak keuntungan baginya. Perusahaan pada umumnya menawarkan produk maupun jasa secara cheaper, better dan faster yang akan semakin menjadi persaingan atar perusahaan dalam memuaskan pelanggan.

Produk yang murah dengan kualitas yang bagus tentunya akan menjadi pilihan banyak orang untuk mendapatkannya. Produk dengan kualitas yang baik dan menjamin garansinya tentu juga menjadi salah satu daya tarik bagi konsumer untuk mendapatkannya.

Pengiriman yang cepat tentunya juga menjadi salah satu alasan bagi konsumer untu memilih perusahaan tersebut. Perusahaan dalam hal ini akan menjadi lebih berlomba-lomba menawarkan poduk dan jasa yang akan memberikan banyak keuntungan bagi pelanggan dan keuntungan bagi perusahaan pula.

11. Globalization

Ekonomi digital modern ini menjadi tak terbatas dalam kegiatan perekonomian di seluruh dunia. Sebelum datangnya ekonomi digital, segmen market selama ini masih menggunakan batas waktu dan ruang yang terbatas secara konvensional. Datangnya era ekonomi digital yang menuntut sumberdaya manusia untuk menciptakan teknologi bisnis online membuat kegiatan transaksi dapat digunakan disegala penjuru belahan dunia.

Kegiatan transaksi di ekonomi digital ini akan menjadi lebih mudah hanya dengan menggunakan perangkat dan jaringan internet untuk melakukannya, sehingga transaksi lebih mudah dan efisien.

Globalisai ini juga akan mempermudah melakukan kegiatan perbelanjaan dari negara satu ke negara lain, karena pembayaran sudah dapat dilakukan hanya dengan menggunakan kartu kredit virtual yang dapat digunakan kapan saja dan dimana saja. Investasi internasional juga dapat dilakukan dengan mudah di era ekonomi digital ini.

Investor tentunya akan mencari perusahaan-perusahaan secara online dengan melihat track record, kemudian juga dapat melakukan lobbying perusahaan yang dilakukan secara online. Agen-agen wisata di segala penjuru dunia juga sudah bisa diakses dengan menggunakan teknologi digital.

Semua proses tawar menawar hingga transaksi yang dapat dilakukan secara virtual tentunya akan memudahkan para wisatawan untuk berwisata dengan mudah dan nyaman tanpa perlu repot mengurusnya secara konvensional. Segala kegiatan tersebut tentunya harus dilakukan dengan cermat dan teliti agar tidak terjadi penipuan.

12. Disordance

Munculnya ekonomi digital ini tentunya akan membuat tembok pembatas bagi kelompok yang memahami teknologi dan kelompok yang tidak memahami teknologi. Para pelaku ekonomi digital ini dituntut untuk dapat mengikuti technological shifts menuju interaksi dan inetgrasi dalam bentuk internetworked economy.

Penggunaan teknologi ini tentunya akan menciptakan pengangguran dimana-mana karena hampir semua yang digunakan dalam proses produksi hingga konsumsi menggunakan teknologi.

Penggunaan teknologi ini juga akan menuntut ketelitian sebuah organisasi dalam mengendalikannya. Terjadinya error dalam teknologi tersebut juga akan membuat perusahaan menjadi tidak stabil dan akan menjadikan perusahaan tersebut mudah terancam akan kegagalan.

13. Makin kecanduan dengan gadget

Makin lama setiap orang akan kecanduan gadget yang notabene menjadikan semua perangkat elektronik hanya dalam satu genggaman. Ada banyak dampak yang ditimbulkan karena kecanduan ini, yang dalam kesempatan ini, sementara kami tuliskan hanya dua pengaruh besarnya bagi setiap orang.

14. Makin sulitnya managemen waktu

Dengan semakin kecanduannya seseorang dengan gadget, maka akan sulit baginya untuk mengatur waktu dalam hidupnya. Ia hanya sibuk dengan update postingan dan melihat notifikasi yang merespon postingannya tersebut (like, komen, share dan subcrice, dll).

Pada batas yang wajar hal ini masih bisa ditolelir, tapi jika berlebihan, bukan tidak mungkin bagi seseorang akan kehabisan waktu dalam hidupnya hanya dengan aktivitas yang mengharuskan dia menggunakan gadgetnya.

Jadi memang harus bijak dalam menggunakan gadget, sehingga apa yang sudah kita jadwalkan sehari-hari tetap bisa terlaksana dengan baik.

Bagaimana caranya?

Ada banyak cara. Diantaranya, seperti yang saya lakukan dengan membuat to do list minimal 3 target dalam sehari. Ya, hanya 3 tidak lebih. Karena sedikit yang dikerjakan  hingga tuntas akan lebih baik dari banyak target tapi tidak bisa tercapai (terselesaikan) setiap harinya.

15. Interaksi social vs social media

Dengan makin banyak nya social media yang muncul di era internet dengan berbagai karekteristiknya ini, bukan tidak mungkin membuat masyarakat bumi ini hanya menghabiskan waktunya di social media.

Orang akan lebih nyaman menyapa tetangga, saudara, keluarga, kerabat, sahabat dan pertemanannya di social media, dari pada harus bertemu langsung di alam nyata. Padahal tentu interaksi di social media mempunyai batasan yang tidak bisa diperoleh jika kita berinteraksi langsung dengan orang-orang terdekatnya dengan mendengar langsung cerita bahagia dan keluh kesah mereka di depan mata.

Sebaiknya social media bisa digunakan jika kita sedang dalam kondisi sibuk. Saat kita mempunyai waktu kosong, cobalah untuk tetap menyapa orang-orang terdekat secara langsung. Karena akan banyak manfaat dari silaturahmi yang dijalin seseorang dengan sebanyak-banyak orang yang dikenal atu bahkan orang baru dalam kehidupannya.

Silaturahmi pun tidak harus dengan keluarga, tapi bisa dengan teman-teman kita yang mempunyai latar belakang pendidikan, hoby dan perhatian yang sama dengan kita. Ada banyak silaturahmi yang dilakukan dengan cara ini yang membuat seseorang merasa terhibur dan mendapatkan pencerahan yang baru dalam hidupnya, setelah ia penat menjalani aktivitas sehari-hari yang mungkin sangat menyita tenaga, waktu dan pikirannya. Tentunya itu tidak bisa dihilangkan jika ia hanya aktif di social medianya sebagaimana yang mungkin banyak dilakukan oleh kebanyakan orang belakangan ini.

Demikian merupakan beberapa karakteristik ekonomi digital menurut Don Tapscott yang dapat menjadi acuan bagi para calon pelaku bisnis di era ekonomi digital. Karakteristik-karakteristik tersebut wajib dipahami agar tidak menjadi bumerang kegagalan bisnis.

Ekonomi digital merupakan bentuk dari kemajuan teknologi yang secara praktis masuk kedalam perekonomian dunia. Semakin banyaknya sumberdaya manusia yang intelektual akan membuatk semakin majunya teknologi-teknologi yang bermanfaat bagi manusia dalam kehidupan sehari hari.

Terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan pada pelaku ekonomi digital. Kelebihan dan kekurangan tersebut akan menjadi acuan untuk menghidari resiko terburuk (kegagalan) dalam menerapkan digital economic pada perusahaan.

Tak hanya perusahaan yang memiliki dampak positif dan negative dari ekonomi digital. Konsumen juga dapat mendapakan banyak keuntungan dari ekonomi digital namun harus tetap waspada dan hati-hati terhadap segala jenis penipuan yang mungkin saja terjadi.

Menjadi konsumen digital juga harus memiliki intelektualitas agar menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih dan mengkritik suatu produk dan jasa agar lebih baik dimasa yang akan datang. Semoga informasi mengenai karakteristik ekonomi digital diatas dapat bermanfaat bagi anda dan banyak orang yang telah membaca artikel ini.

Kami juga mulai menulis pembahasan tentang ekonomi digital disini

BERGABUNG BERSAMA KAMI
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Bergabunglah dengan lebih dari 3.000 orang yang telah menerima email rutin dari kami, dan pelajari cara menulis kreatif di sosial media, artikel blog dan buku. Siapa tahu ini bisa menjadi sumber penghasilan sampingan bahkan utama Anda !
Email Anda aman bersama kami

Leave a Comment