Pentingnya Bakat dan Passion bagi Seseorang menurut Ken Robinson

PenulisKreatif.com – Pentingnya Bakat dan Passion. Tidak ada hal yang lebih penting bagi seseorang yang ingin meniti jalan sukses selain menemukan bakat dan passionnya. Ya dengan menemukan dua hal itu maka seseorang akan melewati jalannya karir yang dipilih dengan lebih kuat dan bergairah. Tapi untuk menemukan keduanya dibutuhkan usaha yang sungguh-sungguh, baik dengan percobaan maupun dengan belajar melalui referensi bacaan.

Buku The Element karya Ken Robinson merupakan buku yang akan mengajakmu menggali artinya hidup bagimu. Buku ini diperuntukkan bagi kamu, seorang pemimpi, dan bagi orang tua yang mempunyai anak berbakat. Dengan mempelajari buku ini kamu akan belajar mengenal dirimu sendiri. Selain itu, kamu akan belajar untuk menghargai dan mencintai diri sendiri.

Pentingnya Bakat dan Passion menurut Ken Robinson

  1. Dasar terpenting dalam hidupmu adalah bakat dan passion

Kamu mungkin pernah mendengar istilah “berada dalam dirimu sendiri”. Perkataan ini merujuk pada suatu identitas, yang menjelaskan tentang dirimu sendiri. Maka untuk mengetahui karakteristik yang menunjukkan identitas tersebut, hal yang pertama harus kamu ketahui adalah bakat.

Bakat merupakan suatu kemampuan bawaan dan alami, yang telah ada di dalam dirimu untuk mencapai sesuatu.

Contohnya, kamu mempunyai banyak bakat, mulai dari kemampuanmu dalam mengembangkan software hingga dalam dunia musik. Suara yang merdu akan mampu membawamu meniti karier menjadi seorang musisi.

Bakat saja tidak cukup untuk mencapai tujuanmu, kamu juga butuh yang disebut dengan passion. Jika kamu tidak mempunyai kecintaan dan semangat dalam melakukan hal tersebut, maka kamu tidak akan mempunyai gairah. Perasaan semangat akan memberimu kesenangan dan kegembiraan untuk melakukan aktivitas.

BACA JUGA   Cara Meyakinkan Konsumen dengan Neuromarketing dalam Brainfluence karya Roger Dooley

 

  1. Sikap tepat dan mampu melihat peluang, penting untuk mencari jati dirimu

Mengetahui jati diri sangatlah penting. Jati diri mampu kamu peroleh dengan sikap yang benar, serta kesempatan yang ada.

Dalam hal sikap yang tepat, kita dapat belajar dari contoh berikut. Orang yang sukses tidak mendapatkan kesuksesannya dengan cara instan. Mereka berjuang dengan ketekunan serta ambisi di setiap langkah yang diambil. Itulah yang mencerminkan sikap dalam diri seseorang.

John Wilson, merupakan tunanetra yang sukses. Keterbatasan fisiknya tidak membuatnya menyerah dengan keadaan. John Wilson menghabiskan sebagian dari hidupnya untuk belajar braille.

Ketekunan dan niat, membuatnya mampu diterima di perguruan tinggi khusus tunanetra. Setelah lulus dari sana, John Wilson melanjutkan studi hukumnya di Universitas Oxford bersanding dengan mahasiswa yang mampu melihat.

Berikutnya, John mampu berperan dalam pembentukan Sight Saver Internasional, yaitu sebuah komunitas yang mengobati dan mencegah kebutaan, dengan anggota beberapa negara berkembang. Dia menjabat sebagai direktur dan mampu bepergian keliling dunia.

Selain sikap, kamu juga butuh kesempatan. Bayangkan jika ternyata kamu sangat berbakat sebagai penyelam mutiara. Namun, karena kamu tinggal di gurun, kamu tidak akan bisa mengaplikasikan bakat dan keahlianmu dalam menyelam. Apalagi menjadikannya sebagai jalan untuk sukses.

 

  1. Kecerdasan bersifat khas dan dinamis

Persepsi banyak orang terhadap kecerdasan, selama ini cenderung terbatas. Itu hanya dilihat dari nilai atau angka. Padahal, seharusnya kecerdasan lebih dari itu.

Otak manusia tidak hanya menetap pada satu hal. Otak manusia mampu berkembang dan membentuk pemikiran-pemikiran baru, yang akan mampu membuka wawasan manusia.

Contohnya Albert Einstein. Albert Einstein merupakan salah satu ilmuwan yang terkenal dengan ilmu matematisnya. Pada saat Einstein menemukan masalah matematika yang sulit untuk dia pecahkan, dia meluapkan masalahnya dengan bermain biola.

Bermain biola akan menawarkan ketenangan dalam pikirannya, sehingga dia akan menemukan solusi, untuk hal yang mungkin awalnya dia anggap tidak mungkin bisa memecahkannya.

Selain itu, setiap manusia mempunyai tingkat kecerdasan yang unik, layaknya sidik jari. Hal ini berarti, tidak ada orang yang mempunyai kecerdasan yang sama persis untuk menyelesaikan masalah yang sama.

BACA JUGA   7 Obsesi dalam Bekerja untuk Meraih Hal Besar dalam Hidup

 

  1. Orang lain akan membantumu untuk menemukan jati dirimu

Manusia merupakan makhluk sosial. Hal ini berarti bahwa manusia selalu membutuhkan orang lain dalam melakukan semua aktivitasnya. Tidak menutup kemungkinan bahwa jati dirimu akan kamu ketahui jika kamu berbaur dengan orang lain.

Orang lain memang dapat mempermudah kamu dalam mencari jati diri. Pernahkah kamu dengan bergairah menceritakan impianmu pada orang lain? Atau melakukan hal paling natural dalam hidupmu di depan orang lain? Orang tersebut bisa siapa saja, orang yang bekerja denganmu ataupun bahkan pesaingmu.

Namun, ketika kamu sudah menemukan jati dirimu dan asyik melakukan hal yang kamu sukai, kamu bisa menghabiskan banyak waktu untuk itu tanpa menyadarinya. Inilah salah satu tanda bahwa kamu sedang menjalani aktivitas yang benar-benar sesuai dengan dirimu.

 

  1. Hambatan pribadi serta sosial adalah jalan yang harus dilalui untuk mengenali diri sendiri

Tidak semua hal bisa kita lakukan. Bahkan tujuan belum tentu dapat semuanya kita capai. Hal ini bisa terjadi karena terkadang setiap orang dihadapkan pada keraguan terhadap diri sendiri, terutama saat mencari jati diri sebenarnya. Hal tersebut bisa berasal dari diri pribadi, maupun dari lingkungan.

Artis Amerika yang terkenal akan seninya yaitu Chuck Close. Chuck Close mempunyai masalah dengan fisiknya yang berpengaruh pada prestasinya di sekolah. Selain itu, dia juga merupakan anak yatim yang ibunya menderita penyakit serius.

Seni yang terpatri dalam dirinya membuat motivasinya untuk melanjutkan kehidupannya berkembang. Bahkan ketika dia menderita kelumpuhan yang membuatnya tidak mampu memegang kuas. Kondisinya tidak menjadikannya patah semangat, dia mencari cara lain agar bakatnya tetap tersalurkan, walaupun dia harus memegang kuas dengan giginya.

Berdasarkan kisah diatas, kita dapat mengambil pelajaran, bahwa kondisi fisik tidak akan mampu menghalangi niat seseorang untuk terus berjalan maju. Kondisi fisik ini merupakan salab satu contoh hambatan pribadi. Tergantung bagaimana kita menyikapi hambatan tersebut, apakah akan tetap maju, atau menyerah.

Selain itu, hambatan bisa berasal dari lingkungan. Contohnya Paulo Coelho, dulu orang tuanya sangat berkeinginan dia menjadi seorang pengacara. Namun, ketika dewasa, Paulo lebih memilih terjun ke dunia seni, dan orang tua nya menjebloskannya ke rumah sakit jiwa.

BACA JUGA   9 Tips Menjadi Pemimpin yang Efektif dan Efisien oleh Laura Stack

 

  1. Tidak ada kata terlambat untuk mengenali siapa dirimu sebenarnya

Banyak orang yang mengatakan bahwa usia dapat membatasi semuanya, sehingga ada istilah terlambat. Memang terkadang di beberapa pekerjaan maupun dalam kompetisi kejuaraan, terdapat pembatasan usia. Namun, meski terlambat, kamu bisa tetap bisa asalkan mau mencobanya. Usia menua tidak akan mampu menghalangi kamu untuk melakukan apa yang ingin kamu lakukan.

Contohnya Harriet Doerr yang merupakan salah satu penulis sukses. Sebelum usia 65 tahun, Harriet Doerr mendedikasikan hidupnya dengan merawat anak-anaknya. Pada saat usianya menginjak 65 tahun, dia kembali bersekolah hingga membuatnya masuk ke dalam progam penulisan kreatif di Universitas Stanford. Hingga diusianya di tahun 72 tahun, dia berhasil menulis novel pertamanya dengan judul Stones for Ibarra.

Dan poin terpenting lainnya, kamu tidak perlu menjadi seorang ahli yang profesional untuk melakukan sesuatu yang benar-benar mencerminkan jati dirimu. Karena kamu tidak sedang mengumpulkan kekayaan dari situ, namun kamu hanya sedang merasakan kehidupan berdampingan dengan minat dan bakatmu.

Kesimpulan :

Mencari jati diri tidak memandang usia, status karier, maupun kekurangan pribadi yang kamu miliki. Jika kamu mempunyai semangat, niat, dan tekad yang bulat, maka semua itu bukanlah menjadi alasan untuk menemukan jati dirimu serta bakat yang ada di dalam dirimu.

Apa yang harus dilakukan? Miliki niat dan motivasi yang besar dan pompa selalu semangatmu.Jangan lihat kekurangan, akan tetapi asah selalu kelebihan dalam dirimu. Sekian pembahasan kita tentang Pentingnya Bakat dan Passion.

BERGABUNG BERSAMA KAMI
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Bergabunglah dengan lebih dari 3.000 orang yang telah menerima email rutin dari kami, dan pelajari cara menulis kreatif di sosial media, artikel blog dan buku. Siapa tahu ini bisa menjadi sumber penghasilan sampingan bahkan utama Anda !
Email Anda aman bersama kami

Leave a Comment