Buku How to Win Friends and Influence People karya Dale Carnegie : Cara Mencari Teman dan Mempengaruhinya

PenulisKreatif.com – Buku How to Win Friends and Influence People karya Dale Carnegie. Apakah kamu ingin mudah berteman? Ingin mampu meyakinkan orang lain tentang sudut pandangmu? Atau ingin meningkatkan hubungan baik dengan kolegamu?

Kamu sudah tepat. Dalam buku ini, kamu akan belajar tentang cara membuat kesan pertama yang baik hingga menyampaikan penolakan yang efektif. Ini semua berguna bagi kamu untuk lebih terampil dan yakin dalam urusan pribadi dan bisnismu. Temukan teknik yang konkret dan sederhana yang akan membantumu dalam berbagai situasi.

7 Cara Mencari Teman dan Mempengaruhinya menurut Dale Carnegie

  1. Pujian lebih efektif dibanding kritikan

Pernah mendengar nama Al Capone? Ketika mendengarnya, akan muncul di benak kebanyakan orang tentang mafia, kekerasan, kriminalitas, dan lain-lain.

Tentu setiap orang menilai gangster bukanlah seorang yang baik maupun dermawan. Di pikiran kita, gangster penuh dengan tindak kejahatan. Namun, Al Capone tidak memandang demikian. Dia membenarkan apa yang dia lakukan dan berkata bahwa dia telah menghabiskan waktu-waktu terbaiknya untuk membuat banyak orang senang. Dan menurutnya, selama ini orang-orang selalu hanya mengaitkannya dengan pelecehan dan kriminal.

Apa yang dapat kamu simpulkan? Setiap orang, akan selalu menganggap dirinya benar atau akan selalu ada pembenaran, baik benar atau tidak yang mereka lakukan.

Berkaitan dengan kritik, setiap orang yang dikritik akan menempatkan diri mereka di posisi defensif. Mereka akan menolak kritik tersebut dan membenarkan apa yang mereka lakukan. Lebih lagi, biasanya muncul rasa dendam pada Si Pengkritik, meskipun sebenarnya kritik itu bersifat membangun.

Lalu, apa yang dapat dilakukan untuk merubah seseorang yang kamu kritik? Yaitu dengan memberikan pujian. Tanpa disadari, pemberian pujian itu justru akan membuat Si Penerima merasa dihargai dan akhirnya semakin mudah mendekati hasil yang diharapkan.

Itulah juga yang digunakan oleh Charles Schwab, seorang pengusaha baja terbesar di Amerika di tahunnya, yang mengatakan bahwa kemampuan mengelola sumber daya manusia adalah kunci kesuksesannya. Dia mengurangi kritik, dan fokus memuji para karyawannya. Dia mendapatkan jauh lebih banyak hasil daripada mengkritik mereka. Pujian akan menginspirasi para karyawannya untuk bekerja lebih keras dan lebih baik, serta membuat hubungan semakin hangat.  Ini adalah hal penting pertama Buku How to Win Friends and Influence People karya Dale Carnegie.

 

  1. Buat orang yang kamu temui merasa menarik dan penting

Kunci menciptakan hubungan yang baik dengan orang lain adalah dengan membuat orang lain merasa dirinya menarik dan penting bagimu. Kamu dapat mempelajari teknik ini dari seekor anjing.

Tentu kamu tahu, mengapa banyak orang gemar memelihara anjing. Anjing adalah seekor hewan yang tidak bisa menyembunyikan perasaan kasih dan sayangnya pada majikannya.

Bayangkan ketika kamu pulang kerja dan sangat lelah, ketika kamu membuka pintu, tiba-tiba anjing kesayanganmu berlari ke arahmu dan menggoyang-goyangkan ekornya. Dia melompat kegirangan menyambut kedatanganmu. Itulah sikap anjing yang membuat majikannya merasa dipentingkan dan memiliki arti.

Jadi, sebagai permulaan, berhentilah untuk membuat dirimu menarik. Sebaliknya, bersikaplah peduli dengan orang lain dan buat mereka merasa mereka menarik. Orang lain tidak akan peduli pada kehidupanmu, tapi mereka akan menyukai jika ada orang lain yang tertarik dengan kehidupan mereka. Jadi, tunjukkanlah bahwa kamu juga tertarik pada lawan bicaramu.

Kamu bisa mulai dengan tersenyum padanya, sapa dia dengan antusias. Ingatlah siapa namanya dan pastikan kamu menyebutkan dalam setiap percakapan kalian.

Selain bersikap hangat dan memperlihatkan ketertarikan pada mereka, kamu juga perlu membuat mereka merasa penting. Tunjukkan rasa hormat dan minat yang tulus terhadap pembicaraan kalian. Dan benar, kamu akan sering menerima imbalan yang besar dan tak terduga karena itu. Ini adalah hal penting kedua Buku How to Win Friends and Influence People karya Dale Carnegie.

 

  1. Belajar menjadi pendengar yang baik

Kebanyakan dari kita sangat menyukai berbicara tentang diri sendiri, misalnya berbicara tentang pencapaian diri sendiri, kekhawatiran, masa lalu, bahkan rencana masa depan. Mungkin juga kamu seperti itu. Tapi, ingatlah bahwa itu bukan cara yang tepat untuk memperoleh seorang kawan. Sebaliknya, itu adalah salah satu cara untuk kehilangan mereka.

Tidak ada orang yang menyukai seseorang yang suka memonopoli pembicaraan. Jadi, ketika tujuanmu adalah untuk berteman baik dengan mereka, jadilah pendengar yang baik. Dengarkan dengan penuh perhatian tentang apa yang mereka katakan.

Cobalah mengajukan pertanyaan yang mungkin disukai orang lain untuk dijawab, misalkan bagaimana mereka memperoleh posisi barunya di kantor, hobi mereka, dan lain-lain. Namun, ingatlah untuk selalu menaruh perhatian. Jika mungkin kamu akan terganggu dan tidak tertarik dengan tema pembicaraan tersebut, jangan mendorong mereka untuk bicara.

Contohnya Theodore Roosevelt yang mengatakan, bahwa cara pasti untuk berteman adalah dengan melibatkan mereka pada topik yang mereka anggap menarik. Jika perlu, Theodore akan mempelajari buku-buku mengenai hal menarik dari lawan bicaranya, sebelum mereka bertemu. Dengan begitu, dia bisa mengobrol banyak dan memenangkan lawan bicaranya.

Namun, kamu tidak perlu bersusah payah mempelajari banyak hal sebelum bertemu dengan calon kolegamu. Cukup pusatkan saja perhatianmu, ajukan pertanyaan, dan dengarkan mereka dengan sepenuh hati. Mudah kan?

Review Buku How to Win Friends and Influence People karya Dale Carnegie

  1. Berbeda pendapat, kemukakan dengan cara yang baik

Perbedaan pendapat dalam sebuah hubungan sosial adalah hal wajar. Namun, bagaimana caramu mengemukakan ketidaksetujuanmu dengan pendapat lawan bicaramu?

Cara yang salah dalam mengungkapkan perbedaan pendapat bisa menjadikan permusuhan antara dirimu dan lawan bicaramu. Mereka bisa datang dengan kebencian dan tidak akan pernah setuju dengan pendapatmu.

Hindarilah pertengkaran dengan pernyataan tidak setuju yang diungkapkan dengan selembut mungkin. Jika kamu ingin mengatakan bahwa apa yang kamu katakan itu benar, jangan pernah mengucapkan “kamu salah” pada lawan bicaramu. Mereka akan langsung tersinggung, mengagungkan pendapat mereka, dan mencoba sekuat tenaga membuktikan kesalahanmu.

Gunakan pendekatan yang halus dan lembut, seperti mengarahkan mereka ke pendapatmu dengan mengajak ke proses berpikir yang bersahabat. Triknya, ajaklah mereka untuk bekerja sama memikirkan pendapatmu, dengan mengakui kemungkinan jika kamu mungkin saja salah. Kamu bisa berkata, “Yah, Anda tahu saya mungkin saja salah. Jadi, mari kita lihat bersama faktanya.”. Cara ini cukup mampu membuat lawan bicara bersedia mengikuti arahanmu.

Jika ternyata kamu memang salah, bersikaplah ramah dengan kekalahanmu dan akuilah kesalahanmu lebih dulu pada mereka. Dengan mengakui kesalahan lebih dulu, mereka akan mengambil langkah yang lebih lembut selanjutnya.

Namun, jika kamu benar, jangan angkuh. Karena lawan tidak mungkin akan mengadopsi pendapatmu apabila mereka merasa kamu sedang menghina mereka.‌ Ini adalah hal penting lainnya di Buku How to Win Friends and Influence People karya Dale Carnegie.

 

  1. Buat orang lain setuju denganmu sejak awal untuk membawa mereka pada kesimpulanmu

Kita berbicara tentang seorang Filsuf Yunani Kuno, Socrates, tentang tekniknya dalam mempengaruhi orang lain. Dia menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menggiring orang lain untuk percaya tentang apa yang tidak mereka percayai sebelumnya.

Ini dilakukan untuk memastikan orang lain dalam kondisi pikiran yang setuju. Jadi, biasakan sejak awal untuk membuat mereka berkata “iya”. Mulailah dengan membuat pernyataan yang disetujui banyak orang. Kemudian, sedikit demi sedikit, alihkan pembicaraan ke bab yang lebih meragukan. Dengan mengedepankan poin yang bisa disepakati semua orang, dia membuat pendengarnya lebih mungkin menerima pendapatnya.

Cara Socrates dalam melakukan teknik persuasif, bisa kamu tiru. Jika kamu berhasil membuat mereka mengangguk di awal, maka kamu sudah setengah jalan. Namun, jika kamu tidak berhasil membuat mereka mengangguk, berhentilah. Akan sulit mengubah pola pikir orang yang telah menjadi emosional karena mempertahankan pendapat mereka.

Orang lebih menyukai ide mereka sendiri dibanding ide orang lain. Mereka akan merasa mandiri dan berjaya dengan ide mereka, dan merasa hanya menuruti perintah jika berdiri dengan ide orang lain.

Untuk membuat orang lain setuju dengan idemu, kamu cukup menggiring mereka dengan sejumlah pernyataan yang mereka setujui, hingga akhirnya mereka sendiri tiba di kesimpulan yang kamu buat.

 

  1. Melihat dari sudut pandang orang lain

Kita lihat contoh dari Jay Mangum, seorang karyawan dari perusahaan perbaikan lift, yang bertugas di sebuah hotel untuk melakukan beberapa perbaikan. Kesalnya, manajer hotel hanya menyetujui lift dimatikan selama 2 jam, sedangkan Jay tahu, perbaikan ini bahkan akan memakan waktu seharian.

Daripada hanya kesal dan melakukan pekerjaan dengan buru-buru, Jay meluangkan waktu untuk berpikir dengan sudut pandang manajer hotel. Dia pun mengatakan pada manajer hotel, bahwa dia mengerti kekhawatirannya. Dia tahu bahwa yang diinginkan manajer hotel adalah untuk memuaskan pelanggannya. Dan dia mengatakan bahwa jika lift tidak segera diperbaiki dari sekarang, justru manajer lift akan mempersulit pelanggannya dalam jangka panjang.

Dan tradaaa!! Manajer memberikan waktu 8 jam untuk perbaikan lift.

Mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain akan selalu memberikan manfaat. Tidak hanya untuk menyelesaikan situasi rumit seperti yang Jay alami, namun juga untuk menenangkan hati orang lain.

Kebanyakan orang menghargai simpati. Ketika keadaan memanas dan emosi mulai meningkat, ungkapan simpatik seringkali diperlukan untuk memperbaiki keadaan. Ini dapat kamu lakukan, baik pada pelangganmu yang kecewa maupun temanmu yang sedang kesal.

Bersimpati pada orang lain, dapat membantumu juga mengatasi rasa frustasi dan tidak sabar. Dengan memahami faktor-faktor yang membuat orang lain bertindak demikian, kamu akan lebih memiliki toleransi terhadap perilaku mereka yang seringkali membuat kamu kesal.

Menyampaikan simpati memang tidak mudah, namun setidaknya itu lebih baik daripada marah.

 

  1. Tetapkan standar tinggi agar orang lain berusaha memenuhinya

Mari kita berbicara tentang sebuah contoh lagi. Seorang guru, Ruth Hopskin, mendapat sebuah kabar mengejutkan di tahun ajaran baru ini. Dia akan memperoleh kelas baru dan menyadari bahwa Tommy, Si Pembuat Onar paling terkenal di sekolah, kini berada di kelasnya.

Tommy terkenal pintar, namun sangat tidak patuh  dengan aturan. Banyak guru yang mengeluhkan tentang sikap Tommy. Bagaimana Ruth menghadapi ini?

Pada hari pertama sekolah, Ruth berkeliling dari satu meja ke meja lain di kelasnya. Dia memuji setiap siswa di meja tersebut, hingga sampailah di meja Tommy. Ruth menatapnya dan berkata bahwa dia mendengar Tommy adalah seorang pemimpin yang lahir secara alami. Ruth menambahkan, dia bergantung pada Tommy untuk menjadikan kelasnya yang terbaik dari kelas lain tahun ini. Dengan reputasi yang baru saja didapatkan oleh Tommy, perilakunya pun meningkat sangat pesat.

Semua orang suka pujian dan benci mengecewakan orang yang telah percaya pada mereka. Dan faktanya, ketika kamu memuji seseorang, kamu bisa memanfaatkan 2 hal, yaitu kata-kata pujian kita untuk menghargai mereka dan itu secara tidak langsung menjadi tolak ukur yang tinggi untuk kinerja mereka di masa depan.

Dengan kata lain, jika kamu ingin orang lain memiliki suatu karakter tertentu, bicaralah seakan-akan mereka sudah memilikinya.

Misalkan pada orang tua, ingin membuat anak mereka memiliki rasa murah hati, pujilah mereka yang telah mau berbagi dengan orang lain. Tetapkan reputasi aspiratif untuk anak yang mau berbagi dan murah hati.

Hal serupa juga dilakukan oleh seorang dokter gigi, Dr. Martin Fitzhugh, saat seorang pasien mengeluhkan bahwa metal cup holder milik dokter tersebut kotor. Mungkin itu alat sepele, namun dokter gigi tersebut menyadari bahwa tingkat kebersihan di kliniknya mulai menurun.

Dia tidak menghukum petugas kebersihannya. Yang dia lakukan justru menuliskan sebuah surat yang berisikan rasa terima kasih atas kerja keras dan ketekunan petugas kebersihan tersebut. Kemudian, di bawah surat, dokter tersebut memberikan sebuah catatan kecil. Dokter menyebutkan bahwa dia bisa membayarnya lebih, jika petugas tersebut mau menambah jam kerja ekstra sesekali waktu untuk mengurus hal kecil seperti metal cup holder.

Hasilnya, semenjak itu, kebersihan di kliniknya meningkat drastis, walaupun tanpa petugas kebersihannya bekerja lembur.

Memuji orang lain akan membiarkan mereka tahu bahwa kamu menghargai pekerjaan mereka. Tapi, itu juga cara yang cerdik untuk membuat mereka berusaha lebih keras sesuai yang kamu kemukakan dalam pujian.

 

Kesimpulan :

Semua orang suka didengarkan, dipahami, dan dianggap penting. Maka, cobalah untuk memahami perspektif orang di sekitarmu. Jika kamu bisa melakukan ini untuk orang lain, kamu akan mendapatkan banyak keuntungan dari ini.

Apa yang bisa kamu lakukan?

Mulailah tips dan trik di atas. Kamu bisa mulai mendaftar seluruh kolegamu dan mencatat tanggal-tanggal penting mereka untuk memberikan mereka selamat. Itu adalah hal kecil, namun berkesan membuat sebuah hubungan menjadi hangat.

Jika mungkin hal di atas juga tidak memberikan motivasi bagi para karyawanmu, bisa jadi mereka sedang membutuhkan tantangan. Bangunlah rasa kompetisi mereka, nilailah mereka, dan dapat kamu umumkan di depan umum tentang para pekerja terbaik yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Sekian pembahasan kita kali ini tentang Cara Mencari Teman dan Mempengaruhinya dalam Buku How to Win Friends and Influence People karya Dale Carnegie. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Leave a Comment