Pentingnya Mengembangkan Potensi Diri. Review Buku Late Bloomers karya Rich Karlgaard

PenulisKreatif.com – Pentingnya Mengembangkan Potensi Diri. Buku ini berisikan tentang motivasi bagi kita untuk selalu berkembang. Buku ini menjelaskan kepada kita untuk tidak terlalu terobsesi pada pencapaian awal kehidupan kita.

Hal tersebut bisa memicu kerusakan mental, terutama kalangan anak muda. Didasarkan pada pengalaman hidup penulis, yang menyarankan setiap pembaca untuk selalu mengembangkan potensinya.

Tidak ada kata terlambat dalam pengembangan potensi dan bukan sesuatu yang memalukan. Justru patut untuk dibanggakan.

Jadi setelah membaca buku ini, diharapkan kamu akan menemukan ilmu yang bisa menjadikan kamu lebih bekembang dalam karir di masa depan. Tentu hal ini juga diiringi usaha dan menejemen waktu.

8 Point Penting tentang Pengembangan Potensi Diri menurut Rich Karlgaard

  1. Kesuksesan orang ambisius akan menetapkan standart awal kaum milenial

Apakah kamu mengetahui kisah kesuksesan Jonah Lehrer? Lehrer merupakan salah satu mahasiswa Universitas Colombia yang cerdas, berbakat, dan mempunyai ambisi yang besar. Tiga hal tersebut membuat Lehrer mencapai kesuksesan di usia 31 tahun. Bahkan pada usia 15 tahun, dia sudah mengantongi seribu dollar hasil memenangkan sebuah kompetisi esai.

Selain berbakat di bidang studi ilmu syaraf, dia juga berbakat menjadi penulis. Hal tersebut dia buktikan dengan menerbitkan 3 buku terlaris di New York Times, di usia 31 tahun.

Bakat lainnya juga ditunjukkan Lehrer, yaitu menjadi pembawa acara di radio dan TV. Karir sampingan Lehrer menghasilkan uang sebesar $40.000, untuk 1 kali bicara selama 1 jam.

Lehrer merupakan salah satu contoh anak ajaib yang penuh dengan rasa ambisi untuk mencapai kesuksesan. Orang ambisius seperti dia, akan mampu berkembang lebih awal, sehingga mereka bisa mencapai titik kesuksesan lebih cepat dibandingkan lainnya.

Hal tersebut karena mereka menyadari bakat yang mereka punya, serta senantiasa mengembangkan bakatnya. Hingga pada akhirnya, bakat tersebut menolong karir mereka di masa depan.

Sifat ambisius selain membawa dampak positif, juga mampu membawa dampak negatif bagi kehidupan, terutama anak muda. Dampak negatifnya akan kamu temukan di bab selanjutnya.

 

  1. Tekanan untuk selalu berprestasi membuat kesehatan mental terganggu

Pertengahan abad ke 20, orang sukses di Amerika diukur pada kemampuan di bidang akademik, dibanding yang berstatus sosial tinggi maupun yang memiliki banyak uang. Hal ini mendorong orang tua untuk berlomba-lomba menjadikan anaknya cerdas dan mempunyai nilai akademik yang tinggi.

Para orang tua di Amerika rela menghabiskan ribuan dollar untuk itu. Tingginya obsesi orang tua akan hal tersebut, membuat beberapa tutor belajar di Amerika menarik uang pendidikan sebesar $1.000 per jam. Harga ini menunjukkan bahwa, secara tidak langsung ada persaingan untuk mendapatkan sekolah ternama di Amerika.

Tekanan lingkungan seperti ini, membuat banyak remaja mengalami depresi. Hal ini dibuktikan oleh data survei WHO pada tahun 2014. Data survei tersebut menunjukkan angka kematian karena bunuh diri melonjak naik akibat depresi.

Penulis makalah dan buku remaja yang bernama Jeasn M. Twenge mengungkapkan sebuah teori. Teori tersebut berisikan hasil risetnya tentang peningkatan depresi remaja, sebagai akibat pergeseran tujuan intrinsik individu ke tujuan ekstrinsik.

Tujuan intrinsik adalah tujuan yang berkaitan dengan perkembangan kamu sebagai seorang individu. Tujuan ini dipicu oleh adanya aktivitas tertentu, sehingga bisa membangun rasa percaya diri yang besar.

Lain halnya dengan tujuan ekstrinsik. Tujuan ekstrinsik hanya memandang materi dan status sosial lain. Misalnya, prestasi akademik di sekolah, penghasilan tinggi, dan kecantikan maupun ketampanan individu.

Twenge percaya, jika tujuan ekstrinsik menjadi prioritas di atas tujuan intrinsik, akan menyebabkan ketidakbahagiaan kaum milenial.

 

  1. Perkembangan setiap kaum muda berbeda, tergantung pada pola pikir mereka

Tidak banyak yang tahu, bahwa penulis memiliki masa lalu sebagai seorang satpam. Saat usia penulis 25 tahun, dia mengalami kesulitan dalam memperoleh pekerjaan. Nilai rata-rata kelulusannya, membuatnya melamar kerja sebagai seorang satpam.

Setelah bertahun-tahun, penulis menyadari bahwa dia harus bangkit. Pada usia akhir dua puluhan, penulis menemukan ide usaha dan mulai menulis proposal bisnis. Ada tantangan dibalik profesi tersebut, yaitu penulis harus mampu menulis dengan kompleks dan detail. Sedangkan sebelumnya dia tidak pernah mampu menulis kalimat yang baik dan runtut. Akan tetapi, dia terus mencoba dan berusaha hingga mencapai titik keberhasilan.

Mayoritas manusia yang masih berusia 18 hingga 25 tahun, masih dikategorikan sebagai manusia pasca-remaja dan belum dewasa. Hal ini dikarenakan, mereka hanya menjalani sebagian kecil proses kognitif yang melatih otak, untuk berfungsi sepenuhnya sebelum menginjak dewasa.

Pada otak manusia muda, terdapat bagian yang bernama korteks prefrontal. Korteks prefrontal merupakan bagian yang bertanggung jawab pada sistem perencanaan, pengorganisasian, dan upaya pemecahan masalah. Bagian otak ini yang paling akhir mengalami perkembangan.

Inilah alasan mengapa memberikan tekanan kepada anak secara berlebihan, akan membuat mereka depresi. Hal ini karena mereka masih belum punya pemikiran dalam hal tersebut, sebab otak mereka masih belum sempurna.

Seharusnya para remaja diberikan pengarahan yang baik dari orang tua. Hal ini bisa ditelusuri lewat bakat serta minat mereka.

 

  1. Adanya kedewasaan akan membawa periode penting bagi individu

Pada era saat ini, cara berpikir anak muda modern berbeda dengan anak muda tempo dulu. Anak muda sekarang lebih mementingkan level akademik, berpenghasilan mandiri, dan barulah mereka berani memulai rumah tangga. Hal ini akan membawa seorang individu mencapai keterlambatan proses kedewasaan.

Professor psikologi Jeffry Arnett dari Universitas Clark menyatakan, adanya perubahan sosial serta ekonomi merupakan salah satu faktor peralihan masa remaja ke dewasa. Arnett menyebutkan, proses kedewasaan seseorang dimulai antara usia 18 hingga 30 tahun.

Arnett juga menyebutkan usia 20 tahun adalah usia seseorang menemukan jati diri mereka melalui hubungan, petualangan, dan perjalanan kehidupan mereka. Arnett juga percaya bahwa dengan memperpanjang masa ini, akan menyebabkan seorang individu memiliki kemampuan kognitif yang lebih matang.

Jadi, seorang individu belum bisa dikatakan dewasa apabila mereka belum mencoba mencari pekerjaan, melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, atau menikah. Apabila individu yang masih berusia 20 tahun mampu menjalani hal ini, maka dia akan mampu menghadapi tantangan dan tanggung jawab yang lebih berat, layaknya kehidupan orang dewasa.

Review Buku Late Bloomers karya Rich Karlgaard

  1. Keterampilan dan kekuatan baru akan muncul seiring bertambah usia

Banyak orang mengira, kemampuan kognitif hanya muncul di usia muda dan mulai menurun saat kamu bertambah usia. Hal ini sebenarnya tidaklah benar. Ilmu pengetahuan mengungkapkan, seiring bertambahnya usia, seseorang akan lebih mampu berfikir secara kreatif dan cerdas.

Penyataan tersebut didukung oleh ilmuwan bernama Laura Germine dan Joshua Hartshorne. Mereka meneliti kemampuan hampir 5000 manusia melalui tes berbasis online. Berdasarkan hasil tes tersebut, diketahui bahwa setiap manusia dengan rentang usia berbeda mempunyai kemampuan kognitif yang berbeda-beda.

Kemampuan kognitif manusia mencapai puncaknya pada saat menginjak usia 40 hingga 50 tahun. Sedangkan kecerdasan manusia akan menurun pada saat berusia akhir 60 tahun atau awal tujuh puluh tahun.

Walaupun penuaan manusia memicu terjadinya kemunduran kognitif pada satu hal, tetapi kemampuan kognitif masih bisa ditingkatkan pada obyek yang lainnya.

Hal ini didasarkan pada penelitian Sherry Willis, yang menyatakan bahwa mental dan memori jangka pendek manusia akan menurun pada saat bertambahnya usia. Akan tetapi tidak pada kinerjanya. Kinerja manusia yang telah bertambah usianya, akan lebih baik. Mereka mempunyai lebih banyak pengalaman dan keterampilan. Hal tersebut membuat otak manusia dewasa cenderung akan lebih tenang, tidak menggebu-gebu, dan mampu mengendalikan lingkungan sosial.

Kabar ini merupakan angin segar bagi kamu yang termasuk dalam orang yang terlambat berkembang. Selama kamu mempunyai kesehatan prima dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, kemampuan kognitif selalu ada pada dirimu.

 

  1. Karir baru akan memungkinkan kamu untuk tetap berkembang

Pada saat kamu masih muda, mungkin banyak sekali mimpi yang ingin kamu wujudkan di masa yang akan datang, terutama di bidang kerja. Sejak muda kamu sudah mendapatkan doktrin, bahwa semakin lama kamu bekerja di suatu perusahaan maka bayaran yang akan kamu dapatkan akan semakin banyak.

Banyak perusahaan yang memberikan nilai plus bagi para pegawai, mulai dari penghargaan, kenaikan jenjang karir, hingga gaji yang dinaikkan. Tetapi hal ini sudah jarang diterapkan oleh perusahaan.

Walaupun karyawan telah melakukan pekerjaan terbaik mereka, banyak perusahaan yang menyingkirkan mereka satu per satu. Hal ini disebabkan karena perusahaan tidak mampu jika harus selalu menaikkan gaji setiap karyawan senior. Pengeluaran yang terlalu mahal ini akan membuat karyawan junior mengalami diskriminasi.

Hal tersebut membuat banyak pegawai yang telah berpengalaman mengalami PHK. Menurut penulis, pemikiran ini sedikit demi sedikit harus mulai diubah. Hal ini disebabkan banyaknya karyawan senior yang masih produktif dan mampu dalam bekerja.

Penulis menyarankan kita untuk tidak mempunyai pola pikir linier atau naik turun, melainkan melihat permasalahan tersebut sebagai sebuah rangkaian busur karir. Busur karir tersebut menyatakan bahwa tidak ada istilah pensiun dini maupun pensiun paksa.

Istilah tersebut harus dihilangkan, walaupun nantinya akan berdampak pada sistem gaji para karyawan senior. Hal ini dimaksudkan agar setiap karyawan mempunyai hak sama, dalam proses tumbuh dan berkembang di karir mereka. Dengan latar belakang dan keterampilan setiap individu yang berbeda, maka akan melahirkan jalan baru untuk kita terus berkembang.

 

  1. Menjauhi budaya lama akan membantu kita menemukan jalan kita sendiri

Erik Wahl adalah salah satu laki-laki yang mempunyai prestasi akademik yang baik, di perguruan tinggi tempat dia menuntut ilmu. Berkat prestasinya itu , Erik mendapatkan tawaran pekerjaan yang menjanjikan bagi karirnya. Pekerjaan itu mengharuskan dia menjadi seorang pembawa acara di sebuah agensi hiburan.

Pada tahun 2008, terjadilah krisis ekonomi yang membuat terjadinya PHK secara besar-besaran. Termasuk Erik Wahl yang menjadi korban PHK saat itu. Erik sempat terpukul, namun dia segera bangkit untuk melanjutkan karirnya.

Erik mencoba membuat jalan karirnya sendiri yaitu bergabung dengan para seniman. Erik mulai belajar tentang cara melukis. Awalnya memang lukisan dia tidak sebagus para seniman lain. Akan tetapi, dengan usahanya Erik mampu mengeruk uang lebih banyak dari lukisan yang dia pamerkan. Penghasilan yang lebih banyak dibandingkan pekerjaan dia yang dulu.

Berdasarkan kisah Erik, banyak dari kita yang masih terpaku oleh budaya. Budaya yang berasal dari keluarga, teman sejawat, dan lingkungan tempat kita tinggal. Budaya ini akan mempengaruhi pola berfikir kita dan sering kali membawa kita ke jalan yang salah. Untuk seperti Erik, kita perlu mencari jalan kita sendiri.

Jika kamu merasa belum menemukan kesempatan untuk berkembang di bidang karirmu, maka kamu harus memeriksa kembali budaya di sekitar kamu. Apakah mereka mendukung atau justru menahanmu?

Contohnya, ketika keluarga memaksamu untuk melakukan suatu pekerjaan yang tidak kamu inginkan. Kamu harus belajar untuk mengutarakan perasaanmu. Itu akan mendorongmu untuk menemukan pekerjaan yang kamu inginkan, tanpa paksaan orang lain. Inilah nanti yang membuat kamu berkembang disetiap waktu.

 

  1. Jika kamu merasa terlambat berkembang, kamu harus menemukan kembali jati dirimu

Pernahkah kamu merasa ingin mengubah kehidupanmu yang lama ke kehidupan yang lebih baik, dan mencoba meningkatkan kompetensi diri?

Hal ini biasa terjadi di tempat kerja. Hal ini terjadi karena banyaknya tekanan yang ada di tempat kerja, yang terkadang membuat karyawannya mengalami keterlambatan dalam meningkatkan potensi mereka. Jika hal ini terjadi, maka yang harus dilakukan adalah membebaskan diri sendiri.

Layaknya mawar yang telah tumbuh besar dan pot nya sudah tidak mampu memberikannya ruang untuk tumbuh. Mawar tersebut harus dipindahkan ke tempat yang baru, yang lebih luas dan nyaman. Manusia pun begitu. Jika kamu merasa terlambat dalam berkembang dan belum mendapatkan kesempatan untuk berkembang, maka kamu harus melakukan hal sama.

Kamu harus mampu mengubah diri kamu sendiri. Kamu bisa menghabiskan banyak waktu dengan orang yang satu pemikiran dengan kamu, pindah ke tempat lain, dan mendapatkan pekerjaan baru yang sesuai dengan potensimu.

Misalnya Kimberly Harrington, seorang penulis yang tinggal di Los Angeles. Dia memutuskan pindah ke pedesaan Vermont, karena dia merasa Los Angeles tidak mendukungnya dalam mengembangkan kreativitasnya.

Setelah pindah, dia mulai mengepakkan sayap karirnya di pedesaan tersebut. Dia mendapatkan partner kerja baru, yaitu para akademisi, pencinta lingkungan, dan orang-orang yang mempunyai frekuensi sama dengan Kimberly Harrington.

Lingkungan ini membuat Kimberly Harrington mengembangkan sudut pandangnya. Dia mulai menjalankan bisnis freelance dan membuat dia berhasil menulis buku pertamanya di usia 50 tahun.

Kisah tersebut menggambarkan bahwa, dengan adanya keberanian dalam mencari jati diri akan mendukung perkembangan diri kamu.

 

Kesimpulan:

Untuk mencapai kesuksesan, seorang individu harus melewati jalan yang panjang. Kamu bisa mengembangkan bakat, minat, dan kompetensimu di tempat yang kamu inginkan. Hal ini dilakukan agar kamu tidak terpaku pada satu tempat, yang tidak membawa perubahan perkembangan pada dirimu.

Di perjalanan nanti, kamu akan menemukan budaya baru. Kamu juga akan mengenal orang baru, keterampilan baru, dan menemukan cara lain untuk memandang dunia. Dengan adanya proses ini, kamu akan mampu meninggalkan rasa takut dan membiarkan diri kamu berkembang menuju kesuksesan.

Apa yang harus dilakukan?

Berhentilah jika kamu merasa apa yang kamu lakukan tidak mendukungmu dalam meningkatkan potensimu. Jangan membiarkan orang lain terlalu mengekang kehidupanmu. Beranilah dalam bertindak untuk menemukan hal-hal yang baru yang mendukung suksesmu. Jangan menyerah pada keadaan, bangkit dan asahlah kembali keterampilanmu.

BERGABUNG BERSAMA KAMI
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Bergabunglah dengan lebih dari 3.000 orang yang telah menerima email rutin dari kami, dan pelajari cara menulis kreatif di sosial media, artikel blog dan buku. Siapa tahu ini bisa menjadi sumber penghasilan sampingan bahkan utama Anda !
Email Anda aman bersama kami

Leave a Comment